BLITAR – Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kabupaten Blitar menurunkan atletnya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 yang akan digelar di Kota Malang akhir bulan ini.
Setelah absen di edisi sebelumnya, tahun ini PBFI Kabupaten Blitar menyiapkan tiga atlet unggulan.
Ketua Umum PBFI Kabupaten Blitar, Ahmad Yazid Bustomi mengungkapkan, persiapan menuju porprov sudah dilakukan sejak satu setengah tahun lalu.
Tiga nama andalan yang diturunkan, yakni Wahyu (kelas 70 kg), Vicky (kelas 60 kg), dan Iyan (kelas 60 kg).
“Kami berlatih di dua lokasi, yaitu di Prasada Kanigoro dan Jombang, karena salah satu atlet, Iyan, berdomisili di Jombang. Target kami minimal bawa pulang perak. Syukur-syukur bisa emas,” ujar Yazid, Sabtu (14/6/2025).
PBFI Kabupaten Blitar terakhir kali absen dalam Porprov Jember karena tidak memiliki atlet pengganti setelah salah satu atlet andalan, Ki Nur Yufa, mengundurkan diri dua bulan sebelum pertandingan.
Kini, dengan regenerasi yang berjalan dan latihan yang konsisten, Yazid yakin Kabupaten Blitar bisa kembali unjuk gigi di panggung provinsi.
Meski begitu, dia mengakui, tantangan tetap ada, khususnya dari sisi pembiayaan. Hingga pertengahan Juni ini, dana pembinaan dari KONI belum juga cair.
Padahal, menurut Yazid, kebutuhan nutrisi dan makanan dalam cabang binaraga sangat besar dan menjadi penentu performa atlet.
“Sejak awal persiapan, semua biaya masih swadaya. Padahal, nutrisi itu sangat penting di binaraga. Tanpa dukungan dana, sangat berat,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga menyebut Kota Malang sebagai lawan terberat dalam porprov kali ini. Selain bertindak sebagai tuan rumah, Malang dinilai memiliki banyak atlet unggulan. Terlebih, binaraga bukan cabang yang dinilai secara objektif, melainkan banyak dipengaruhi penilaian visual yang bisa subjektif.
Baca Juga: Peran CT Scan dalam Diagnosis Tumor Langka: Primary Pericardial Synovial Sarcoma
“Karena sifatnya subjektif, atlet kita harus tampil sangat menonjol agar bisa menang mutlak. Kami berharap atlet bisa tampil sebaik mungkin,” ujarnya.
Yazid menitipkan harapan kepada jajaran pengurus KONI Kabupaten Blitar yang baru agar lebih memperhatikan pembinaan, tak hanya di cabor-cabor populer, tetapi juga di binaraga dan olahraga lain yang potensial.
“Semoga di bawah kepemimpinan baru, KONI bisa lebih berpihak pada atlet dan olahraga Kabupaten Blitar makin maju dan berjaya,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah