Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Meski Hanya Ibu Rumah Tangga, Perempuan asal Blitar Ini Berjuang Tekuni Lari Jarak Jauh

M. Subchan Abdullah • Minggu, 15 Juni 2025 | 19:00 WIB
LEBIH BUGAR: Hanna berlari dalam sebuah event lari di Kota Blitar beberapa waktu lalu.
LEBIH BUGAR: Hanna berlari dalam sebuah event lari di Kota Blitar beberapa waktu lalu.


BLITAR - Olahraga lari kini tengah menjadi candi bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tak terkecuali Hanna Ajeng Pratiwi, warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Dia kepincut lari setelah terinspirasi postingan ibu-ibu yang sukses berlari hingga puluhan kilometer.

Hanna - sapaan akrabnya - belum lama menekuni olahraga lari. Ibu rumah tangga ini justru menemukan semangat baru dalam kehidupan lewat sepasang sepatu lari. Makin aktif bergerak demi raga lebih sehat.

Di tengah kesibukannya mengurus rumah tangga, Hanna kini menyisihkan waktu untuk berlari. Meski baru mulai serius berlari sejak Februari 2025, semangatnya tak main-main.

"Ya, saya baru mulai suka dan rutin lari tahun ini. Belum terlalu lama sih," tutur Hanna sembari tertawa ringan.

Lari memang kini tengah menjadi tren. Namun, bagi dia lari bukan sekadar ikuti tren alias fomo, melainkan sudah jadi gaya hidup baru yang membawa banyak manfaat. Motivasinya datang dari pengamatan yang menginspirasi.

Saat itu dia melihat banyak perempuan di komunitas lari yang usianya di atas 45 tahun, tapi masih sanggup menyelesaikan marathon 42 kilometer.

“Kalau saya sih belum kepikiran sejauh itu. Target saya sekarang bisa kuat lari 10 km dulu. Yang penting sehat fisik dan mental,” ujar perempuan 35 tahun ini.

Berstatus sebagai ibu dengan 1 anak, Hanna memang tak punya jadwal sepadat pegawai kantoran.

Namun rutinitas domestik yang tak pernah habis juga menyita banyak energi. Maka lari menjadi pelarian yang menyenangkan. Bukan lari dari tanggung jawab, tapi dari kejenuhan.

Dia mengaku rutin lari minimal sekali seminggu, dan kalau sedang longgar bisa dua kali. Hanna biasa lari bersama suaminya atau bergabung dengan komunitas Blitar Runners alias Patria Run, yang diikuti sejak awal tahun.

Baca Juga: Inilah Sosok Reza Pahlevi, Runner-up Indonesia Open 2025 Ternyata Warga asli Kanigoro Blitar

“Rasanya beda banget lari bareng komunitas. Lebih semangat, dapat teman baru, ilmu baru, bahkan dapat konten dan foto juga,” katanya, lantas tersenyum.

Bersama komunitas, Hanna jadi tahu bahwa lari bukan sekadar soal kecepatan, tapi juga teknik pernapasan, kekuatan otot, hingga pola makan yang mendukung performa.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Bung Karno, Sang Proklamator Kemerdekaan RI yang Dimakamkan di Blitar

“Saya jadi lebih paham cara latihan biar kuat. Ternyata nggak bisa asal lari aja,” tuturnya.

Kini, dia tengah menyiapkan diri untuk bisa menaklukkan lari 10 km tanpa merasa kelelahan. Bagi Hanna, kuncinya satu: konsistensi. Beberapa event lari juga mulai diikuti.

“Saya ingin lari bukan cuma demi olahraga, tapi juga untuk bahagia. Karena ternyata, di tengah rutinitas ibu rumah tangga, saya butuh ruang untuk diri sendiri. Lari jadi cara saya menjaga kesehatan dan kewarasan. Intinya, tak hanya sehat fisik, tapi juga sehat mental,” pungkasnya. (sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#10 kilometer #latihan #Hanna Ajeng Pratiwi #komunitas #sehat #Usir #Kejenuhan #lari #blitar runner #Patria Run #jarak jauh #ibu rumah tangga #sananwetan #Gedog #Kota Blitar