BLITAR - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Bung Karno belum menunjukkan tanda-tanda kejelasan. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar hingga kini masih menunggu petunjuk teknis maupun distribusi MBG serta penetapan dari pemerintah pusat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo menegaskan, keterlibatan pemkot dalam program MBG sejauh ini masih pada tahap pengusulan lokasi. Sementara seluruh pembiayaan dan pengadaan ditanggung oleh pemerintah pusat.
“MBG semua sumbernya dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kami di daerah hanya mengusulkan lokasi dan menyiapkan kesiapan seperti tempat,” ujarnya.
Triman menjelaskan, saat ini pemkot masih menunggu adanya surat pemberitahuan atau instruksi lebih lanjut dari BGN terkait teknis pelaksanaan program. Termasuk mengenai jumlah dapur umum, tenaga SDM, dan bentuk kerja sama antarlembaga.
“Kalau nanti ada pemberitahuan dari pusat, baru kami bisa menyesuaikan dan tahu lebih lanjut seperti apa mekanisme pelaksanaannya. Misalnya, apakah kami diminta siapkan logistik, bahan baku, atau hal lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, program MBG ini nantinya dikelola oleh Satuan Pelayanan Penanganan Gizi (SPPG). Seluruh informasi mengenai proses distribusi dan pelaksanaan pun akan terpusat pada satuan tersebut. “Jika sudah ada SPPG, maka informasi hanya boleh dikeluarkan oleh satuan pelayanan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa pelaksanaan MBG di Kota Blitar sejalan dengan visi pembangunan daerah yang fokus pada penguatan pendidikan dan pengentasan beban masyarakat. Pihaknya menilai MBG selaras dengan program pendidikan gratis yang selama ini sudah berjalan di Kota Blitar.
“Dengan MBG, pengeluaran masyarakat bisa ditekan. Program ini juga dapat membantu menurunkan inflasi. Karena kebutuhan bahan pokok akan meningkat. Dan kalau tidak dikendalikan bisa menyebabkan harga naik,” jelasnya.
Melalui sinergi yang solid dengan pemerintah pusat, kata dia, program ini dapat berjalan efektif di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami siap dukung sepenuhnya, tinggal menunggu teknis pelaksanaannya saja dari pusat,” pungkas pria berkumis ini. (sub/c1/ady)
Editor : Fuad Abida