Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Guru BK SMAN 1 Blitar Peraih Karya Ilmiah Terbaik di Ajang EJIES Jawa Timur

Noormalady Usman • Rabu, 18 Juni 2025 | 01:00 WIB

 

BANGGA: Peraih karya terbaik 1 dalam ajang EJIES 2025 wilayah Blitar, Rini Ratnaningsih.
BANGGA: Peraih karya terbaik 1 dalam ajang EJIES 2025 wilayah Blitar, Rini Ratnaningsih.

BLITAR - Wajah semringah tak bisa ditutupi oleh salah satu pendidik di sekolah negeri yang ada di Jalan A. Yani, Kota Blitar ini. Sempat tak percaya, namun kedatangan Koran ini serta surat undangan dari panitia EJIES 2025 di Surabaya membuat keraguannya pupus. Dialah peraih karya ilmiah terbaik 1, Rini Ratnaningsih.

“Mimpi sih tidak, cuma akhir-akhir ini memang susah tidur. Saya juga tak paham, entah karena kondisi cuaca atau apa, memang tidak bisa tidur. Yang jelas saya enggak menyangka saja,” ujarnya.

Menurut dia, awalnya memang diminta oleh kepala sekolah untuk mengikuti EJIES 2025 ini. Saat itu, sempat bingung terkait inovasi apa yang akan dikirimnya. Setelah melihat beberapa tema, dirinya merasa cocok dengan aplikasi pembelajaran ramah anak, kebetulan juga memang sehari-hari memang selalu interaksi dengan para siswa.

“Setelah menentukan tema, saya kemudian mencari referensi terkait persoalan apa yang paling menarik, dan sedang banyak dibincangkan dalam dunia pendidikan. Akhirnya saya menemukan fokus isu di kekerasan dan bullying di sekolah,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, Rini-sapaan akrabnya, kemudian mengurus segala persyaratan sambil terus membuat proposal karya, kemudian setelah itu membuat konsep skrip untuk video sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Karena selain dokumen karya ilmiah secara tertulis, juga harus mampu membuat cerita video terkait dengan karya inovasinya.

“Cukup kesulitan juga, tapi karena memang sudah membuat skrip secara matang, ditambah dengan bantuan para siswa yang mengambil video. Kemudian video diedit hingga maksimal 7 menit. Videonya lebih panjang, tapi saya berupaya agar poin-poin dari inovasi yang saya buat bisa dipahami,” ungkap ibu dua anak ini.

Setelah video jadi, kemudian dirinya beserta beberapa siswa ikut mengevaluasi video. Bahkan karena rasa penasaran, meminta salah satu anaknya untuk menonton video yang telah dibuat, dan kemudian menanyakan reaksi dan respon terhadap isi video. Ternyata anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar cukup memahami pesan yang ingin disampaikan.

“Anak saya saya tanya, ternyata dia mengerti apa yang ingin saya sampaikan. Jadilah video tersebut saya kirim beserta proposal, dan juga surat pernyataan bahwa ini benar-benar orisinil,” ungkap guru yang baru 4 tahun mengabdi di SMA Negeri 1 Blitar ini.

Inti dari karya inovasi yang dibuatnya adalah, bagaimana mengatasi persoalan siswa dengan pendekatan teman sebaya. Artinya ada siswa yang mengalami masalah, nanti siswa yang lain yang menjadi problem solving-nya. Karena biasanya antarsiswa memiliki kedekatan emosional yang lebih baik dibandingkan dengan orang dewasa, termasuk guru.

“Akhirnya siswa yang memiliki masalah bakal lebih nyaman untuk mengatakan apa yang menjadi masalahnya, kemudian siswa yang lain bisa memberikan perhatian dengan memberikan Solusi. Tentu nanti implikasinya cukup banyak, dan dampaknya besar bagi siswa,” akunya guru ramah ini.

Baca Juga: 10 Terbaik EJIES 2025 Peserta dari Blitar Lolos Tingkat Jawa Timur

Sementara Kasek SMAN 1 Blitar Wiwik Widyastutik mengaku bersyukur beberapa guru yang mengikuti ajang EJIES 2025 bisa membuar karya yang maksimal dan masuk dalam 10 terbaik untuk wilayah Blitar.

“Ya, syukur alhamdulillah, apapun hasilnya telah melakukan yang terbaik, dan prestasi kemudian adalah tambahannya, kami bangga dengan guru-guru yang meraih prestasi ini. Tetap dan terus berjuang meraih yang terbaik di lingkup yang lebih besar,” harapnya. (*/ady)

Editor : Fuad Abida
#blitar #karya ilmiah #SMKN #surabaya #guru #Terbaik #pendidik