BLITAR - Sudah banyak lukisan realis berupa tokoh nasional hingga pejabat negara karya Charis Romadhon yang sampai di tangan pemilik rupa. Setiap kali ada kunjungan pejabat negara atau tokoh ternama di Blitar, seniman muda ini selalu menyelinap demi satu misi: menyerahkan karyanya kepada sosok dari objek lukisan tersebut.
Jarum jam menunjukkan pukul 10.00. Terik matahari cukup menyengat yang menandakan cuaca cerah hari itu. Suasana Alun-Alun Kota Blitar pada pagi itu begitu riuh karena kedatangan tamu istimewa: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Kedatangannnya itu dalam rangka mengunjungi sejumlah stan pameran di Blitar Djadoel 2025. Begitu wapres tiba langsung disambut oleh masyarakat yang sudah memadati area masuk alun-alun sisi selatan. Masyarakat berebut salaman hingga minta foto bareng.
Dengan dikawal ketat pasukan pengamanan presiden (paspampres), wapres melayani permintaan foto warga, lalu menyalami satu per satu.
Respon tersebut diikuti kepala daerah yang mendampinginya seperti Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, hingga Bupati Blitar Rijanto. Setelah itu, wapres masuk ke dalam tenda stan untuk meninjau berbagai produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah antusiasme masyarakat yang berebut salaman dan foto dengan wapres, ada satu pria yang berdiri serius sembari membawa lukisan bergambar wajah Gibran Rakabuming Raka. Dia tampak menyelinap di tengah-tengah warga yang sedang menunggu wapres keluar dari tenda stan.
“Ya, Mas. Ini saya mencegat mas wapres. Saya mau menyerahkan lukisan ini ke beliau. Semoga nanti bisa diterima,” kata pria yang mengaku bernama Charis Romadhon ini.
Pria 29 tahun ini merupakan pelukis realis warga Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo. Dia sengaja hadir di tengah-tengah masyarakat saat kunjungan wapres untuk menyerahkan karyanya wakil presiden RI tersebut.
”Gambar ini saya buat ndadak (mendadak) mas tadi malam setelah dapat kabar bahwa ada kunjungan mas Gibran di Blitar. Waktu itu kan malamnya beliau sowan ke markas Gus Iqdam,” terangnya.
Tidak hanya satu lukisan yang diserahkan kepada Mas Gibran saat itu, tetapi total ada dua karya. “Yang satu lagi gambar Pak Jokowi, bapaknya,” lanjutnya.
Charis menyadari bahwa aksinya tersebut berisiko karena harus berhadapan langsung dengan paspampres yang setiap mengawal ketat pemimpin negara. Namun, itu sudah menjadi hal biasa baginya karena aksi serupa juga pernah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Wali Kota Angkat Bicara Soal Aksi Mahasiswa Saat Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming di Kota Blitar
“Ini bukan kali pertama saya melakukan seperti ini. Waktu itu saya pernah menyerahkan lukisan bergambar pak Jokowi di Tulungagung secara langsung ke beliau tanpa ada hadangan dari paspampres. Jika nanti bilang ke paspampres dulu malah takutnya lukisan diambil dan diserahkan sendiri. Saya inginnya saya serahkan langsung,” ujarnya.
Waktu yang ditunggu pun tiba. Wapres dan rombongan keluar dari tenda stan menuju pintu keluar alun-alun. Sesegera mungkin mencegat dan menodong wapres dengan lukisan karyanya. Lukisan wajah Mas Gibran itu diterima langsung oleh wapres.
Charis lantas meminta foto bareng bersama wapres dan karya lukisannya. Dia lantas mengucapkan terima kasih kepada wapres karena sudah menerima karyanya tersebut. ”Alhamdulillah, terima mas wapres, Mas Gibran,” ucapnya.
Aksi nekat yang dilakukan oleh Charis tersebut bukan tanpa alasan. Ada misi yang ingin dicapai, yakni promosi dan menjalin relasi. Kedatangan pejabat nasional dan berpengaruh di Blitar menjadi momentum penting dan peluang besar untuk mempromosikan karya seni secara lebih luas.
“Intinya karya saya bisa dikenal secara nasional bahkan kalau bisa internasional. Secara tidak langsung bisa menambah relasi, orderan juga bertambah. Terbukti, dari foto-foto yang saya posting bersama pejabat nasional, banyak orderan yang masuk baik dari lokal hingga luar daerah,” pungkasnya. (*/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah