BLITAR - Gelaran bazar Blitar Djadoel 2025 tampaknya berdampak besar, khususnya bagi perekonomian UMKM dan PKL. Buktinya, di hari pertama, untuk wilayah Pasar Kangen beredar uang mencapai Rp 55 juta. Belum termasuk area stan pameran.
Bahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, event tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tetap menjadi magnet yang mampu mengumpulkan massa ribuan warga dalam sehari. Pantauan pada hari kedua kemarin (19/6), sejak pukul 14.00, warga sudah mulai meramaikan event yang digelar di Alun-Alun Kota Blitar ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Blitar Hakim Sisworo menegaskan, sesuai dengan harapan pemerintah, bahwa event-event yang digelar memang bisa berdampak, khususnya pada perekonomian pihak UMKM serta PKL yang berdagang di area event.
“Ya, sesuai dengan harapan kita, event bisa mengangkat ekonomi masyarakat, khsusnya UMKM dan PKL yang berjualan,” jelasnya.
Dari pendataan pada hari pertama bazar Blitar Djadoel yang sedang berlangsung, jelas Hakim, untuk area Pasar Kangen beredar uang kurang lebih Rp 55 juta. Belum lagi ditambah dengan area stan pameran yang masih terus didata oleh petugas dari disperdagin, yang biasanya mendata sehari setelah bazar dilaksanakan.
“Kalau data uang yang beredar di area Pasar Kangen bisa lebih cepat terdata, yakni Rp 55 juta sehari, sedangkan untuk area pameran biasanya didata sehari setelah kegiatan, dan masih proses didata,” ujarnya.
Dia berharap peningkatan peredaran uang di area bazar Blitar Djadoel bakal terus meningkat hingga hari terakhir pelaksanaan, yakni pada Minggu (22/6/2025) mendatang. “Harapannya bakal lebih meningkat hingga hari terakhir,” harapnya.
Sementara itu, salah satu petugas pendataan stan pameran dari disperdagin mengaku bahwa proses transaksi jual beli juga berlangsung dengan baik, khususnya untuk jenis makanan dan minuman jadul.
Sementara untuk sandang, ada yang menjual baju jadul dan batik yang cukup diminati oleh pengunjung.
“Untuk makanan-minuman tetap laku keras, untuk stan pakaian ada laku, tapi ada juga kurang mendapat perhatian pengunjung,” ungkapnya. (ady/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah