BLITAR – Guyuran hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir menjadi salah satu momok bagi para petani. Pasalnya, cuaca yang tidak menentu membuat proses tanam menjadi terganggu dan dampak terparahnya adalah gagal panen.
Musim kemarau yang normal sangat dinantikan para petani. Beberapa hari tidak ada guyuran hujan menjadi angin segar harapan musim kemarau yang bersahabat.
Kondisi cuaca yang cenderung hujan beberapa pekan terakhir menjadi tidak bersahabat dengan para petani. Jika guyuran hujan terjadi sepanjang hari, ada berbagai tanaman yang bakal terdampak pertumbuhannya. Misalnya, tanaman jagung yang dampaknya bisa membuat tongkol jagung membusuk jika hujan terus terjadi.
Tak hanya itu, petani tembakau juga merasakan dampaknya jika hujan terus terjadi. Pasalnya, bakal membuat kualitias daunnya menurun. “Semangka dan melon juga bisa terdampak jika hujan masih terus terjadi,” ujar Sunaryo, warga setempat.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, secara umum di wilayah Kabupaten Blitar dan sekitarnya, pada pagi hari dan siang hari kondisinya cerah berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan.
Sedangkan, untuk malam hari cerah berawan dan berpeluang terjadi udara kabur, serta dini hari berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan. Suhu udara berkisar 12 °C hingga 33 °C, dengan kelembapan udara berkisar 38-100 persen.
“Angin dari arah utara dengan kecepatan 5-28 km per jam,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah