Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Candi Penataran Blitar: Jejak Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Kaki Gunung Kelud  

Khalimatus Sakdiyah • Rabu, 25 Juni 2025 | 03:12 WIB

 

Kemegahan Candi Penataran di Kabupaten Blitar.
Kemegahan Candi Penataran di Kabupaten Blitar.

BLITAR -  Di Blitar tidak lengkap rasanya tanpa berkunjung di destinasi sejarah dan budaya yang satu ini: Candi Penataran. Terletak di lereng barat daya Gunung Kelud atau tepatnya di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Lokasinya sekitar 25 menit dari pusat kota, kompleks candi ini bukan cuma memukau secara visual, tetapi juga menyimpan jejak panjang peradaban Jawa kuno, dari era Kediri hingga Majapahit.

Dikenal juga sebagai Candi Palah, situs ini berdiri sejak abad ke-12 dan terus digunakan hingga abad ke-15. Bahkan, Raja Hayam Wuruk disebut pernah memuja di tempat ini, seperti yang tercatat dalam naskah kuno Nagarakretagama.

Keindahan Arsitektur dan Nilai Sejarah

Candi Penataran berdiri dalam tiga halaman bertingkat, mirip pura di Bali:

  1. Halaman depan disambut oleh arca Dwarapala raksasa.

Halaman tengah berisi candi perwara seperti Candi Naga dan Candi Angrok. Kemudian, halaman belakang adalah pusatnya: sebuah candi utama setinggi 7 meter dengan relief cerita Ramayana dan Krishnayana yang menawan.

Bagi pecinta sejarah, relief ini bukan sekadar ukiran batu, tapi juga jendela kisah epik zaman dulu—mulai dari petualangan Rama dan Shinta hingga romansa Krishna dan Rukmini.

  1. Kombinasi Wisata Budaya dan Alam

Berada di ketinggian 450 mdpl, suasana Candi Penataran terasa sejuk dan damai. Dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan Gunung Kelud, tempat ini sering jadi lokasi pertunjukan budaya seperti Sendra Tari dan Purnama Seruling Penataran, terutama saat bulan purnama atau perayaan daerah.

Tak jarang juga jadi spot favorit para fotografer dan pengunjung yang ingin refleksi diri dalam ketenangan situs sakral.

  1. Fasilitas Lengkap, Akses Mudah

Cukup berkendara 12 kilometer dari pusat kota Blitar, akses ke lokasi sudah nyaman untuk motor dan mobil. Kompleks ini dibuka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB, tanpa tiket masuk resmi—pengunjung hanya diminta berdonasi sukarela dan membayar biaya parkir.

  1. Fasilitas publik juga tersedia lengkap:

Di kompleks wisata Candi Penatara sudah tersedia area parkir luas. Lalu fasilitas toilet dan musala. Ada juga gazebo santai dan warung makanan. Toko oleh-oleh khas lokal, hingga kolam pemandian alami yang tak jauh dari lokasi utama.

Candi Penataran juga cocok untuk berbagai minat seperti wisata edukasi dan  arkeologi. Pengunjung bisa belajar dari prasasti kuno dan struktur batu andesit.

Kemudian belajar fotografi dan kontemplasi. Di sana banyak spot estetik untuk feed media sosial atau sekadar duduk diam merenung. Hingga, menikmati sore sambil ngopi di gazebo atau bermain air di kolam pemandian sekitar. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#candi penataran #destinasi #majapahit #Kabupaten Blitar #kediri #peninggalan #edukasi #wisata #gunung kelud #kerajaan