BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mematangkan proses penyaluran bantuan beras sejahtera daerah atau Rastrada nontunai tahap II. Sesuai regulasi yang berlaku, bantuan ini akan disalurkan melalui sejumlah toko yang telah ditunjuk sebagai mitra resmi program Rastrada oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar.
Kepala Dinsos Kota Blitar, Sad Sasmintarti, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya bersama tim lintas sektor masih merampungkan tahapan verifikasi dan validasi data penerima. Khususnya terhadap data tambahan yang berasal dari usulan warga dan perangkat kelurahan.
“Tercatat ada 7.774 jiwa calon penerima bantuan Rastrada tahap II yang diusulkan. Seluruhnya kini sedang dalam proses verifikasi dan validasi secara menyeluruh, baik melalui pengecekan lapangan maupun pemadanan data dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil,” terangnya, Rabu (25/6/2025).
Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat miskin yang membutuhkan. Hingga kini sekitar 4.000 data penerima telah dinyatakan padan dan valid, sementara sekitar 2.000 lainnya masih dalam proses pemadanan administrasi kependudukan.
Pemkot Blitar berkomitmen menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan sesuai aturan.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar menyentuh warga yang memang berhak dan membutuhkan. Karena itu, verifikasi dilakukan ketat sesuai prosedur,” tegasnya.
Dinsos menargetkan penyaluran Rastrada tahap II ini bisa mulai dilakukan pada awal Juli mendatang. Untuk mendukung kelancaran penyaluran, dinsos telah mengimbau seluruh toko mitra untuk mulai menyiapkan logistik dan fasilitas pendukung.
Seperti tahap sebelumnya, penyaluran tetap dilakukan secara nontunai menggunakan sistem kartu gesek elektronik yang telah diberikan kepada penerima. Masyarakat cukup datang ke toko mitra dengan membawa kartu tersebut untuk mendapatkan bantuan beras.
“Kami berharap proses ini berjalan lancar dan masyarakat bisa segera menerima bantuan Rastrada tahap II sesuai haknya,” pungkasnya. (sub/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah