Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Atlet Perempuan Seni Bela Diri Jujitsu asal Blitar Ini Langganan Juara Tingkat Regional hingga Nasional

Prima Suci Maharani • Kamis, 26 Juni 2025 | 19:00 WIB
GIGIH: Izza Najwa Porbosari menunjukkan medali usai juara pada Kejurprov Jujitsu Jawa Timur 2023 lalu.
GIGIH: Izza Najwa Porbosari menunjukkan medali usai juara pada Kejurprov Jujitsu Jawa Timur 2023 lalu.

 

BLITAR - Menggapai  prestasi tidak serta-merta instan. Perlu semangat tinggi dan kerja keras. Perjuangan itulah yang telah dilakukan oleh Izza Najwa Porbosari, warga Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, dalam mencapai prestasi olahraga bela diri jujitsu.

Perempuan yang akrab disapa Izza ini, kini tercatat sebagai mahasiswa aktif di salah satu kampus negeri di Kota Malang. Sebagai atlet bela diri yang telah sukses dalam ajang sejumlah kompetisi tentu banyak tantangan.

Semua diawali pada 2019 hingga kini terus berjuang meraih mimpi mengharumkan nama daerah, bahkan negara tercinta, Indonesia, di kancah internasional.

Sejak kecil, Izza memiliki ketertarikan di bidang olahraga bela diri. Dia mengikuti latihan jujitsu yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Orang tuanya mendukung karena melihat potensi dari anak yang kelak bisa dibanggakan.

Sejak duduk di bangku SD, dia sudah berlatih keras bela diri yang mengandalkan teknik pertahanan jarak dekat, pukulan, bantingan hingga kuncian ini. Sejumlah kompetisi pun diikuti dengan tujuan untuk mengasah mental serta menambah pengalaman. Saat itu juga, dia serius menekuni seni bela diri asal Jepang ini.

Dengan kegigihannya, Izza telah berhasil meraih 17 kejuaraan di antaranya Kejurprov Jujitsu 2023, Porprov Jujitsu 2024, dan Kejurnas Jujitsu 2025 yang masing-masing diselenggarakan di Jogjakarta, Pacitan, dan Mojokerto.

Menjelang pertandingan, Izza selalu latihan selama 3 bulan bersama 3 tim pelatih khusus. Selama berlatih tidak selalu berjalan dengan mulus. Pasti ada kendala dan tetap harus dihadapi. Salah satunya kendalanya sulit dalam memanajemen waktu. Sering kali ketika sedang latihan jadwalnya bertabrakan dengan kuis, persentasi, dan organisasi di kampus.

Meskipun demikian, Izza tetap memiliki motivasi tinggi dan berdiri teguh pada semangatnya untuk terus meraih kejuaraan. "Motivasi saya yang pertama ingin meningkatkan rasa percaya diri dan mental juara, serta kedisiplinan,” ucapnya.

Lewat olahraga bela diri, dia merasakan manfaat pada sisi kesehatan fisik maupun mentalnya.”Saya merasa fisik saya jauh lebih sehat. Juga untuk meningkatkan value saya sebagai orang yang berprestasi," ujarnya.

Adapun hal paling berkesan ketika mengikuti kegiatan lomba di luar daerah adalah memiliki banyak relasi, bukan hanya dari teman sebaya, melainkan juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung bersama para senior hebat.

Dengan ini, Izza mampu membuktikan bahwa perempuan juga bisa melakukan jika dia mau berusaha. Pada dasarnya, perempuan memang ditakdirkan memiliki karakter lemah lembut. Namun bukan berarti dengan karakternya tersebut perempuan tidak dapat melangkah maju menuju kesuksesan.

“Target terdekat saya bisa kembali meraih juara pada pertandingan di PON 2028,” pungkasnya penuh optimistis. (*/c1/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#regional #nasional #juara #blitar #Kejurprov #bela diri #pon #atlet #perempuan #Izza Najwa Porbosari #jujitsu #Udanawu #seni