Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

10 Jemaah Haji asa Kabupaten Blitar Belum Pulang dari Tanah Suci, Ini Penjelasan Kemenag

Yanu Aribowo • Jumat, 27 Juni 2025 | 20:00 WIB
Ribuan jemaah haji non prosedural berhasil ditunda keberangkatannya.
Ribuan jemaah haji non prosedural berhasil ditunda keberangkatannya.

BLITAR – Proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Blitar dari Tanah Suci secara umum berjalan lancar dalam empat kelompok terbang (kloter) Debarkasi Surabaya (SUB) awal.

Tahap selanjutnya, masih ada jemaah haji yang tergabung dalam dua kloter, yakni kloter 75 SUB dan kloter 85 SUB, dengan total sembilan jemaah haji.

Selain itu, masih ada seorang jemaah haji risiko tinggi (risti) dari kloter 9 SUB yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Makkah.

Untuk jemaah haji yang mengalami penundaan kepulangan karena mendapatkan perawatan di rumah sakit, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

Jadwal penerbangannya digabungkan dengan kloter terdekat menuju ke tanah air.

Total jemaah haji yang sempat mengalami penundaan kepulangan ada enam orang, namun seorang wafat saat menjalani perawatan, yakni Moh Ali DM, 49, dari kloter 8 asal Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok pada Senin (16/6/2025) pukul 02.00 WAS.

Lalu pada Rabu (25/6/2025) malam, selain dua jemaah haji yang sesuai jadwal kloter 46, juga ada tambahan seorang jemaah haji kloter 8 asal Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, yang sebelumnya dirawat di Kota Makkah.

“Hari ini (kemarin, Red) petugas juga berangkat menjemput ke Asrama Haji Surabaya, karena seorang jemaah haji dari kloter 8, asal Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto, dijadwalkan pulang,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Hamim Thohari.

Sedangkan, tiga jemaah haji kloter 9 yang ditunda kepulangannya, dua orang merupakan pasangan suami istri asal Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, sudah pulang pada Senin (23/6) lalu.

Sang istri saat itu harus mendampingi suaminya yang dirawat saat detik-detik akhir menjelang jadwal kepulangan ke tanah air.

Praktis, hingga kemarin dari kloter 9 masih tersisa seorang jemaah haji dari Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun, yang mendapatkan perawatan di Kota Makkah.

Baca Juga: Mantan Kadis PUPR Kabupaten Blitar Akhirnya Diperiksa Kejaksaan atas Kasus Proyek Dam Kali Bentak

Seperti diketahui, sejak keberangkatan pada awal Mei, total jemaah haji asal Kabupaten Blitar ada sebanyak 800 orang.

Dari total 800 jemaah haji, tiga jemaah haji wafat di Kota Makkah. Yakni, dua orang jemaah haji dari kloter 9, atas nama Muhadi Madris, 74, asal Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok pada Senin (19/5) sekitar pukul 02.30 WAS, dan Mustofa Bonahar, 85, asal Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro pada Senin (2/6) pukul 15.45 WAS.

Selain itu, jemaah haji kloter 8, Moh Ali DM, 49, asal Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok pada Senin (16/6) pukul 02.00 WAS.

Musim haji tahun ini, jemaah haji asal Kabupaten Blitar berangkat dalam enam gelombang keberangkatan.

Diawali kloter 8 sebanyak 376 orang, kloter 9 sebanyak 376 orang, kloter 45 sebanyak 37 orang, kloter 46 sebanyak 2 orang, kloter 75 sebanyak 7 orang, dan kloter 85 sebanyak 2 orang. (ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kloter #makkah #Kabupaten Blitar #kemenag #debarkasi #terbang #haji #Tanah Suci #kementerian agama #jemaah #pulang