BLITAR – Di tengah suasana libur panjang sekolah, kawasan wisata pantai di pesisir Kabupaten Blitar, menjadi salah satu tujuan untuk menikmati waktu santai.
Pantai Serang yang ada di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar menjadi di antara tujuan berwisata ke Blitar selatan.
Apalagi akses menuju pantai secara umum sudah mulus melalui jalur lintas selatan (JLS), sehingga lebih mudah dijangkau dan tujuannya bisa bervariasi.
Di Pantai Serang, selain menikmati wisata kuliner khas pesisir, salah satu spot menariknya adalah kawasan muara Sungai Serang yang ada di sebelah timur.
Area air payau yang dangkal dengan pasir lembut, membuatnya jadi spot favorit anak-anak untuk bermain pasir. Area ini juga lebih aman untuk anak-anak, jika dibandingkan bermain air laut di bibir pantai dengan deburan ombak.
Di area muara, orang tua bisa lebih fokus mengawasi anak-anak bermain. “Yang penting tidak mendekat ke lokasi pertemuan dengan air laut,” ungkap Wahyudi, salah satu pengunjung.
Kini, saat berwisata ke Pantai Serang, dengan adanya JLS yang menghubungkan Kecamatan Panggungrejo dengan Kecamatan Wonotirto, membuat pilihan wisatawan lebih beragam.
Usai puas berwisata di Pantai Serang, pengunjung bisa bergeser ke arah barat atau Wonotirto. Banyak pilihan pantai yang bisa dinikmati.
Antara lain, ada Pantai Serit masih di Desa Serang. Lalu ada Pantai Pudak di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, hingga Pantai Pasetran Gondomayit dan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto.
Bahkan di Desa Ngadipuro, di kawasan pesisir desa ini terdapat deretan pantai yang memiliki ciri khas daya tarik bagi wisatawan.
Setidaknya, ada 10 titik pantai yang membentang dari timur ke barat, mulai Benelan, Selokancil, Bakung, Dung Dowo, Pudak, Selodadap, Keben, Wedi Ireng, Princen, dan Jebring.
Baca Juga: 10 Jemaah Haji asa Kabupaten Blitar Belum Pulang dari Tanah Suci, Ini Penjelasan Kemenag
Namun, dari 10 titik potensi wisata yang berdekatan dengan JLS, untuk saat ini yang sudah dikelola masih kawasan Pantai Pudak yang di-launching pada 1 Januari 2024 lalu. Sedangkan, deretan pantai lainnya bakal dikelola secara bertahap. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah