BLITAR – Pengamanan ketat diterapkan dalam agenda pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Blitar, Sabtu (29/6/2025) malam.
Sebanyak 700 personel gabungan dari TNI-Polri, stakeholder terkait, dan pengamanan internal PSHT (Pamter) dilibatkan dalam operasi pengamanan besar-besaran ini.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Dua lokasi kegiatan utama berada di Padepokan Sawentar, Kanigoro, dan Taman Sakura, Garum.
"Kita kerahkan sekitar 700 personel dari TNI, Polri, stakeholder, dan Pamter PSHT sendiri. Harapannya, malam pengesahan ini bisa berjalan aman dan tertib tanpa mengganggu masyarakat sekitar," ujarnya.
Dia melanjutkan, potensi gangguan kerap muncul dari kelompok penggembira yang datang tanpa koordinasi.
Bahkan tidak sedikit yang menunjukkan perilaku tidak tertib, seperti konsumsi minuman keras dan konvoi ugal-ugalan yang berpotensi memicu konflik.
"Penggembira sering hadir dengan maksud baik, tapi justru menimbulkan gangguan. Kami temukan beberapa terpengaruh alkohol. Maka, kami lakukan langkah preventif dan persuasif," tegasnya.
Guna mengantisipasi hal itu, petugas menerapkan 27 titik penyekatan di sepanjang jalur yang berpotensi dilalui rombongan penggembira.
Penyekatan dilakukan di titik-titik strategis seperti batas Kota Blitar, wilayah perbatasan Tulungagung, serta akses menuju lokasi pengesahan.
Arif menyebut kelompok penggembira akan direlokasi dan pergerakannya dilokalisasi. Mereka tidak diperbolehkan konvoi atau melakukan aksi provokatif.
Baca Juga: Ratusan Penumpang Kereta Api Tiba dan Berangkat di Stasiun Blitar di Musim Libur Sekolah
Jika ditemukan barang terlarang atau pelanggaran hukum, polisi tidak segan lakukan penindakan.
“Pendekatan awal dilakukan secara humanis dan persuasif. Namun jika imbauan tidak diindahkan, petugas akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara itu, sebanyak 1.725 warga baru PSHT dijadwalkan akan disahkan pada Sabtu malam.
Pihak kepolisian berharap nilai-nilai luhur yang ditanamkan dalam organisasi pencak silat ini bisa menjadi semangat menjaga ketertiban dan kedisiplinan, bukan justru menjadi pemicu keresahan publik.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir menjalankan aktivitas.
"Kalau melihat oknum yang menggunakan atribut pencak silat dan berperilaku mencurigakan, segera lapor ke polisi," pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah