Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diduga Depresi, Pria di Blitar Ini Tabrakkan Diri ke KA Malioboro Hingga Tewas di Lokasi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 30 Juni 2025 | 05:05 WIB
NAHAS: Polsuska dan polisi memeriksa TKP kecelakaan AY dengan KA Malioboro di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, pada Sabtu (28/6/2025) malam.
NAHAS: Polsuska dan polisi memeriksa TKP kecelakaan AY dengan KA Malioboro di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, pada Sabtu (28/6/2025) malam.

BLITAR – Warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, dikejutkan oleh pria berinisial AY, warga setempat yang nekat melakukan aksi bunuh diri.

Pria 30 tahun itu ditemukan tewas mengenaskan usai tertabrak kereta api (KA) Malioboro Ekspres di perlintasan tanpa palang pintu, Sabtu (28/6/2025) malam.

Peristiwa tragis ini terjadi di Lingkungan Bence I RT 02/RW 03, tepatnya di jalur kereta api yang keadaannya sepi. Kejadian ini diketahui masyarakat sekitar pada Sabtu pukul 20.58 WIB.

AY diketahui merupakan warga setempat yang bekerja di sektor swasta.

Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, jenazah pertama kali ditemukan oleh petugas polsuska, Jayanto, 50, usai mendapat laporan dari masinis KA Malioboro bernomor loko CC 2040304 dengan rute Malang–Jogjakarta.

"Masinis menghubungi polsuska bahwa telah menabrak seseorang di jalur rel wilayah Garum. Petugas langsung menyusuri lokasi dan menemukan korban dalam kondisi tidak utuh di rel alias bagian tubuhnya terpisah," ujarnya.

Putut melanjutkan bahwa awalnya tidak ditemukan identitas korban di lokasi kejadian. Saksi menunggu petugas Inafis Polres Blitar untuk mengetahui identitasnya.

Tidak lama kemudian, jenazah tersebut berhasil dikenali setelah tim identifikasi dari Polres Blitar melakukan pengecekan sidik jari.

Jenazah memang benar AY dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Tidak ditemukan kerugian materiil dalam kejadian ini, tetapi satu nyawa melayang.

Baca Juga: Atlet Wushu Kota Blitar Sumbang 2 Emas di Porprov Jatim 2025, Begini Nasib Tim Sepak Bolanya

Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban tengah mengalami depresi berat usai mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu yang membuatnya mengalami cacat permanen.

"Ibu korban menyampaikan bahwa anaknya kerap mengeluh tidak kuat menjalani hidup karena kondisi tubuhnya yang tidak bisa pulih total. Bahkan dalam ponsel milik korban ditemukan pesan perpisahan kepada ayahnya yang sedang di Jakarta," ungkap Putut.

Dalam pesan itu, korban berpamitan, meminta maaf, dan menyatakan sudah tidak mampu lagi melanjutkan hidup.

Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan resmi bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari.

"Kami imbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan mental anggota keluarga. Jika perlu segera cari bantuan medis atau profesional, jika ditemui keluarga yang mengalami gangguan jiwa," pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Garum #KA #blitar #kereta api #pria #tabrakkan diri #depresi #Kota Blitar