BLITAR - Penutupan Alun-Alun Kota Blitar tampaknya masih akan terus dilakukan hingga beberapa minggu ke depan. Itu setelah kondisi rumput ruang hijau tengah kota itu rusak pasca event tahunan Bazar Blitar Djadoel, beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, event akbar Kota Blitar itu berlangsung selama 5 hari dan dikunjungi ribuan warga per harinya.
Alhasil, rumput alun-alun menjadi rusak sehingga harus dirawat ulang agar kembali tumbuh hijau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indiharti mengatakan, kondisi rumput di alun-alun memang cukup parah, sehingga membutuhkan perawatan intensif hingga beberapa waktu ke depan.
"Ya belum diketahui pasti sampai kapan, namun diperkirakan tidak terlalu lama dan tidak sampai hingga sebulan," jelasnya, Selasa (1/7/2025).
Menurut dia, proses perawatan dilakukan tanpa mengganti rumput, tapi cukup dengan memberikan penyiraman dan pemupukan secukupnya khususnya di area yang memang kering dan agak gundul.
"Tidak perlu ganti rumput baru, cukup dipupuk dan disirami secara teratur setiap hari," ujarnya.
Untuk penyiramannya, jelas Jajuk, tergantung pada kondisi cuaca. Kalau sedang tidak ada hujan hanya sekali, tapi kalau agak kering bisa disiram hingga dua kali dalam sehari. "Kondisional saja untuk penyiramannya, termasuk petugas yang di lapangan juga sesuai kondisi yang ada," tegasnya.
Dia berharap, kondisi rumput alun-alun bisa segera membaik, sehingga segera bisa dibuka dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan hiburan untuk masyarakat Kota Blitar.
"Kami berharap proses perawatan bisa cepat selesai, dan tentunya bisa dimanfaatkan lagi untuk berbagai kegiatan," harapnya.
Sekadar diketahui, Alun-alun Kota Blitar menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh masyarakat.
Baca Juga: BPKAD Kabupaten Blitar Sebut Proses Sertifikasi Ruas Jalan Lebih Rumit, Ini Faktor yang Dihadapi
Pemkot Blitar membangun sejumlah spot baru di alun-alun agar menambah daya tarik. Tahun ini direncanakan melanjutkan tahap III alun-alun. (ady)
Editor : M. Subchan Abdullah