BLITAR - Salah satu tempat nongkrong yang asyik di Jalan Anjasmoro, Kota Blitar tampak terlalu ramai saat Koran ini mencoba menelusuri beberapa tempat nongkrong asyik anak-anak muda. Tampak seorang anak muda dengan lincah melayani pengunjung. Dia adalah Adha Mycel Edie ES-akrab disapa Mike ini.
Menurut dia, kesenangan untuk nongkrong dan kumpul sambil ngobrol dengan teman-teman, di tempat yang asyik membuat dirinya terpikir untuk mencoba bisnis di jalur kafe. Selain nonkrong, kopi biasanya menjadi teman setia di segala suasana.
“Memang saya sejak dulu senang nongkrong, khususnya penyuka berat kopi. Itu yang membuat saya ingin memiliki tempat khusus untuk ngopi,” ujar anak muda asli Sukorejo ini.
Diakui dia, untuk terjun di bisnis kafe dan kopi tak hanya sekdar mengikuti tren dan “kebetulan” saja. Tapi dirinya sejak remaja memang memimpikan untuk membuat sebuah tempat untuk mewadahi teman-teman yang suka nongrong, terutama yang memang pecinta minuman berwarna hitam dan berasa pahit itu.
“Memang cita-cita dari semenjak sekolah dulu ingin memiliki kafe sendiri. Bukan hanya sekedar untuk berbisnis, tapi juga mewadahi teman-teman yang memang kurang tempat tongkrongan yang asyik,” akua nak muda ramah ini.
Berbekal modal yang terbatas, tutur Mike, dirinya mencoba mencari tempat yang strategis, setelah memiliki tempat yang pas, kemudian mulai memikirkan berbagai menu. Karena saat ini tidak sedikit produk kopi yang mucul, dan dengan segala macam olahan dan campuran lainnya.
“Karena sejak awal saya hanya ingin memiliki tempat nongkrong, sehingga untuk keuntungan mungkin nomor sekian. Tapi tetap untuk membuat bisnis, butuh ide dan inovasi. Karena untuk tempat yang cocok untuk nongkrong, anak-anak muda juga pilih-pilih,” bebernya.
Setelah berjalan beberapa tahun, akhirnya originalitas serta kekhasan olahan kopi juga menjadi daya Tarik tersendiri bagi pengunjung. Tak sekedar kopinya, tapi juga makanan pendamping minuman juga sangat berpengaruh, selain tentu saja harga yang pas dikantong juga harus benar-benar menjadi pemikiran sendiri.
“Target pasar sejak awal harus ditentukan, karena kalau tempat cocok, makanan dan minuman juga pas, namun harganya terlalu tinggi juga nanti pasti jadi masalah,” aku sambil tersenyum.
Terakhir, aku Mike, tentu saja harus jeli dan terus menyesuaikan pelayanan kafe dengan selera pasar. Karena selera juga terus berubah dan berkembang, sehingga butuh kejelian untuk melihat sejauh mana bisnis berjalan, dan sejauh mana untuk ganti suasana atau menambah jenis menu makanan dan minuman.
“Selera pasar sangat penting, karena itu harus diikuti. Tapi juga tanpa harus meninggalkan kekhasan yang sudah dimiliki, dan itu khususnya yang sudah dikenal sama pelanggan,” ungkapnya. (*/ady)
Editor : Fuad Abida