Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cegah Penyebaran HIV Makin Masif di Kabupaten Blitar, Ini Upaya yang Dilakukan Dinkes

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 3 Juli 2025 | 20:00 WIB
dr CHRISTINE INDRAWATI Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar
dr CHRISTINE INDRAWATI Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar

BLITAR - Dinkes Kabupaten Blitar tengah berupaya keras untuk mengatasi penyebaran kasus HIV (human immunodeficiency virus) agar tidak semakin masif.

Salah satu upayanya,yakni bekerja sama menggandeng LSM Mahameru yang fokus pada pendampingan bagi populasi berisiko tinggi. Pendekatan yang dilakukan bukan hanya dari sisi medis, melainkan juga psikologis dan spiritual.

 "Kadang mereka enggan datang ke puskesmas karena malu atau takut dinasihati. Maka, LSM seperti Mahameru sangat membantu karena pendekatannya lebih personal dan tidak kaku seperti instansi pemerintah," jelas Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, Kamis (3/7/2025).

Dinkes berharap mereka yang memiliki perilaku seksual menyimpang dapat dicegah agar tidak menularkan virus kepada pasangan.

Maka dari itu, pendekatannya tentu dengan dukungan emosional dan keagamaan. Dia juga mengedukasi pentingnya pengobatan antiretroviral (ARV) yang tersedia gratis di semua puskesmas.

Hingga kini, 90 persen penderita HIV di Kabupaten Blitar sudah menjalani pengobatan meskipun beberapa di antaranya bekerja lintas daerah dan kerap berpindah tempat pengambilan obat.

Sayangnya, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan HIV secara mandiri masih rendah.

“Kebanyakan baru datang periksa setelah muncul gejala. Belum ada kesadaran preventif untuk skrining rutin, padahal itu penting. Kendala dalam penanganan HIV bukan hanya pada pengobatan, tapi juga pada akses dan penerimaan dari masyarakat,” tutur Christine.

Dinkes berharap masyarakat lebih terbuka untuk melakukan tes HIV sejak dini, terutama mereka yang masuk dalam kelompok risti.

Pemerintah juga terus mendorong edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk menekan penyebaran HIV di Kabupaten Blitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat sebanyak 92 kasus baru HIV/AIDS ditemukan hanya dalam triwulan pertama 2025.

Kasus terbanyak ditemukan pada usia produktif dan didominasi oleh laki-laki.

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, hingga triwulan pertama 2025 sebanyak 67 persen penderita merupakan laki-laki, sementara perempuan tercatat 33 persen.

Sebagian besar penderita berada pada rentang usia 25–49 tahun, dengan kelompok usia 25–29 tahun menempati urutan tertinggi.

Dari rincian populasi kunci, kelompok lelaki suka lelaki (LSL) menjadi yang kedua terbanyak dengan 14 kasus.

Kelompok tertinggi berasal dari pasangan berisiko tinggi (pasangan risti) dengan 15 kasus, disusul oleh pelanggan pekerja seks (11 kasus), penderita TB (9 kasus), calon pengantin (9 kasus), hingga bumil (4 kasus).(jar/ynu)

 

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#penyebaran #Cegah #dinkes #Kabupaten Blitar #Masif #kasus #dinas kesehatan #produktif #hiv #Usia #lelaki suka lelaki