BLITAR – Serangan hama kwangwung membawa dampak luar biasa dalam sektor produksi gula kelapa. Pasalnya, pohon kelapa yang menjadi sasaran hama ini mati dan tidak mampu memproduksi air nira sebagai bahan baku gula kelapa.
Kondisi itu seperti yang terjadi di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok. Tak hanya berpengaruh pada sektor produksi gula kelapa, para pemanjat pohon kelapa atau tukang deres air nira juga banyak beralih pekerjaan.
Kondisi pohon kelapa yang terserang hama kwangwung seperti terlihat di kawasan hutan dekat perkampungan Desa Karangbendo.
Banyak pohon kelapa yang berjajar dalam kondisi mati dan menyisakan batang pohon yang menjulang tinggi. Sisa-sisa batang pohon kelapa yang mati terlihat jelas dari pinggir jalan. Pemandangan yang cukup memilukan karena pohon kelapa yang tumbuh bertahun-tahun harus mati karena serangan hama kwangwung.
Dulunya, kawasan ini setiap hari ramai aktivitas menyadap air nira sehingga mampu menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat setempat sebagai tukang deres. Saat ini, pemandangan orang naik turun memanjat pohon kelapa sudah berkurang.
“Kini banyak yang ganti pekerjaan. Banyak pohon kelapa yang mati kena serangan kwangwung,” ujar Nisa, warga setempat.
Saat aktivitas menyadap air nira menurun, beberapa warga yang sebelumnya bekerja sebagai tukang deres mengalihkan aktivitasnya dalam bidang pertanian. Mereka juga berharap pohon kelapa yang masih muda nantinya mampu bertahan hidup dan menjadi penghasil air nira.
Dampak serangan hama kwangwung beberapa waktu lalu memang cukup dirasakan masyarakat. Mereka tengah bangkit dan berharap pohon kelapa yang masih muda aman dari serangan hama kwangwung di masa mendatang.
Dengan demikian, produksi gula kelapa yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat bisa tetap lestari. (ynu/c1)
Editor : Fuad Abida