Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Anomali Cuaca, Masyarakat Blitar Diimbau Tetap Waspada Terhadap Potensi Bencana

Yanu Aribowo • Sabtu, 5 Juli 2025 | 23:00 WIB
BELUM MENENTU: Kondisi area persawahan di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, yang mendung menjelang hujan.
BELUM MENENTU: Kondisi area persawahan di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, yang mendung menjelang hujan.

BLITAR - Cuaca yang belum menentu meski sudah memasuki Juli 2025, membuat sebagian masyarakat yang menekuni sektor pertanian kebingungan.

Pasalnya, mereka tidak bisa memprediksi cuaca seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga bisa berdampak pada masa tanam. Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana.

Dalam sektor pertanian, misalnya mereka yang tengah menanam jagung menjadi was-was jika hujan terus berlangsung. Di antara dampak terhadap tanaman jagung ketika hujan masih terjadi adalah bisa menyebabkan penyakit jamur hingga biji jagung tidak sempurna.

Selain itu, jika tanah dalam kondisi basah terlalu lama bisa berpotensi membuat akar membusuk. Jika kondisinya parah, tanaman bisa layu dan mati.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, secara umum di wilayah Kabupaten Blitar dan sekitarnya, pada pagi hari dan siang hari kondisinya berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan. Misalnya di wilayah Kecamatan Nglegok, angin bertiup dari arah tenggara.

“Kecepatan angin berkisar 18,8 kilometer per jam,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto.

Terkait apakah potensi bencana hidrometeorologi masih mungkin terjadi di tengah musim kemarau basah ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya. Sepekan terakhir hujan masih mengguyur di beberapa tempat.

Sehingga potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang, tetap harus diwaspadai. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi dampak buruk, terutama saat terjadi guyuran hujan deras. (ynu)

Editor : Fuad Abida
#sektor pertanian #blitar #Geofisika #klimatologi #Was-Was #Badan Meteorologi #bingung #cuaca