BLITAR — Asa kontingan Bumi Bung Karno untuk menembus peringkat 15 besar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) IX 2025 tampaknya sulit terwujud.
Sebab, hingga event olahraga regional ini berakhir, capaian medali belum sesuai target, khususnya dari beberapa cabang olahraga (cabor) yang diunggulkan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, hingga Minggu (6/7) lalu, kontingen Kota Blitar baru mengoleksi 37 medali dengan rincian 8 medali emas, 13 medali perak, dan 16 medali perunggu.
Berdasar raihan medali tersebut, Kota Blitar berada di posisi 28 klasemen dari 38 kabupaten/kota di Jatim.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Aminurcholis menyebut perjuangan para atlet sudah luar biasa meskipun perolehan medali belum sesuai harapan.
“Mayoritas cabor sudah bertanding. Ini tinggal panjat tebing yang akan bertanding di satu nomor lagi. Kita terus berjuang. Semoga dapat emas lagi,” terangnya.
Meski begitu, dia mengakui tantangan terbesar Kota Blitar ada pada jumlah atlet yang terbilang sangat minimalis. Total Kota Blitar hanya mengirim 249 atlet untuk berlaga di 36 cabang olahraga.
Jumlah itu dinilai jauh lebih sedikit dibandingkan daerah lain. Salah satu contohnya yakni Kota Kediri yang mengirim hingga 600 atlet.
“Dengan jumlah atlet yang terbatas, tentu peluang untuk mendapatkan medali juga lebih kecil. Daerah lain bisa memaksimalkan potensi cabor unggulan karena memiliki jumlah atlet lebih banyak,” ungkapnya.
Dari 36 cabor yang diikuti, hanya 16 cabor yang berhasil menyumbang medali. Cabor panjat tebing menjadi penyumbang medali terbanyak dengan total lima medali—terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Cabor panahan menyusul dengan 2 emas dan 2 perak. Medali emas lainnya disumbangkan oleh wushu, tinju, bridge, dan cabang panjat tebing lainnya.
“Meski kita sudah meraih 8 emas, namun jumlah itu belum cukup mengangkat peringkat secara signifikan. Apalagi daerah lain unggul dari segi kuantitas dan strategi pengiriman atlet,” ujar Aminurcholis.
Melihat kondisi ini, dispora bersama KONI Kota Blitar berencana melakukan evaluasi menyeluruh.
Fokus utama adalah merumuskan strategi pembinaan jangka panjang agar prestasi atlet ke depan bisa lebih maksimal.
“Tujuan utamanya memperkuat pembinaan atlet dan strategi pemilihan cabor yang berpotensi medali,” pungkasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah