Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menilik Kesibukan Pegiat Aksara Kawi di Sejumlah Situs Sejarah di Blitar

Yanu Aribowo • Selasa, 8 Juli 2025 | 19:59 WIB
PELESTARI: Peserta kopdar pegiat aksara Kawi saat mengamati bebatuan di area Candi Sirah Kencong pada Minggu (6/7).
PELESTARI: Peserta kopdar pegiat aksara Kawi saat mengamati bebatuan di area Candi Sirah Kencong pada Minggu (6/7).

BLITAR - Upaya pelestarian aksara Kawi yang merupakan salah satu peninggalan leluhur Nusantara melibatkan banyak pihak. Salah satunya adalah para pegiat aksara Kawi yang ada di wilayah Blitar Raya.

Selain melalui pertemuan rutin dalam agenda tahunan kopi darat (kopdar), para pegiat juga sering blusukan ke tempat-tempat yang menyimpan nilai sejarah hingga membuat media pembelajaran.

Misalnya, pengenalan aksara Kawi melalui lembaran kain batik dan blusukan situs. Untuk sementara ini, belum ada jadwal rutin terkait kunjungan ke situs-situs. Namun, dalam sebulan sekali diadakan kunjungan, terutama ke situs-situs yang belum banyak terekspos.

“Untuk belajar online kami masih tergabung dalam pembelajaran bersama dengan teman-teman dari berbagai daerah,” ungkap Yoni Andika, seorang pegiat aksara Kawi.

Kunjungan terbaru adalah di area Candi Sirah Kencong, kawasan perkebunan teh di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, pada Sabtu (5/7) dan Minggu (6/7) yang dikemas dalam bentuk Kopdar Pegiat Aksara Kawi #4 2025 dengan pegiat Blitar Raya sebagai tuan rumahnya.

Kopdar ini merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh pegiat aksara Kawi dari berbagai daerah, seperti Trenggalek, Sidoarjo, Nganjuk, Malang Raya, Kediri Raya, Denpasar, Lamongan, Ponorogo, Tuban, Tulungagung, Makassar, Jogjakarta, Gresik, Surabaya, hingga Jakarta.

Selain dalam momen kopdar, blusukan ke Candi Sirah Kencong juga dilakukan sebulan sebelumnya dalam rangka survei lokasi kopdar. Bahkan, dari blusukan itu juga didapati pahatan di batuan candi yang diperkirakan merupakan angka tahun.

Selain di Candi Sirah Kencong, blusukan juga dilakukan di Prasasti Munggut, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Prasasti Pagiliran di Desa Jajar, Kecamatan Talun dan beberapa situs lainnya. “Biasanya blusukan dimanfaatkan untuk alih aksara sebagai dokumen komunitas,” ujar Yoni. (ynu)

Editor : Fuad Abida
#blusukan #Pegiat #blitar #leluhur #candi #sirah kencong #blitar raya #peninggalan #situs #nusantara #aksara kawi #kopdar