BLITAR - Berjarak sekitar 10 kilometer dari Makam Bung Karno, Kota Blitar, kawasan wisata Penataran menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke wilayah Kabupaten Blitar, khususnya bagian utara.
Di kawasan lereng Gunung Kelud ini terdapat beberapa destinasi wisata, salah satunya kompleks Candi Penataran.
Kompleks Candi Penataran selama ini selain menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah, juga merupakan objek penelitian yang menyimpan banyak nilai historis dari masa kerajaan, mulai Kadiri hingga Majapahit.
Berada di kompleks candi ini wisatawan bisa berkeliling menikmati mahakarya para leluhur Nusantara, mulai prasasti hingga relief.
Puas menikmati peninggalan sejarah di kompleks candi terbesar di Jawa Timur ini, wisatawan bisa bergeser ke Museum Penataran. “Lokasinya cukup dekat, bisa berjalan kaki sambil menikmati suasana,” ujar Aditya, penikmat sejarah.
Di Museum Penataran, banyak tersimpan dengan rapi berbagai peninggalan dari masa kerajaan. Koleksi tertua di museum ini adalah prasasti Kinewu dengan angka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, yang diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Medang atau Mataram Kuno pada abad ke-10. Di museum ini terdapat ratusan koleksi, antara lain arca, lingga, yoni, artefak, relief, hingga prasasti.
Seperti diketahui, di kawasan wisata Penataran, selain terdapat kompleks Candi Penataran dan Museum Penataran, juga ada Kolam Renang Penataran, petilasan Syech Subakir hingga makam Sentono Dowo, yang lokasinya masih berada di Desa Penataran.
Sedangkan di Desa Modangan terdapat perkebunan kopi Karanganyar, situs Balekambang, dan situs Arca Warak. Selain itu, di Desa Sumberasri ada Candi Gambar Wetan.
Sedangkan, di antara event besar yang digelar di kawasan wisata Penataran ini adalah Festival Kresnayana yang digelar Juni lalu, serta manten kopi di perkebunan kopi Karanganyar. (ynu)
Editor : Fuad Abida