BLITAR - Pemandangan alam yang disajikan perkebunan teh Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, tidak diragukan lagi keindahannya. Namun, untuk mencapai perkebunan di kawasan lereng Gunung Butak yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl dibutuhkan perjuangan.
Pasalnya, ada beberapa titik akses jalan utama mengalami kerusakan, sehingga membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati.
Kerusakan jalan yang harus diwaspadai adalah ketika kondisi jalan menanjak dan berada tak jauh dari tikungan. Mendapati situasi tersebut, pengguna jalan harus waspada. Sebab, tak jarang pengguna jalan dari arah berlawanan juga mencari area yang bisa dilintasi, sehingga para pengguna jalan harus berbagai jalan untuk memudahkan kendaraan lain.
“Biasanya waktu pulang sore harus lebih hati-hati. Kadang kabut tebal membuat pandangan terbatas. Kalau berangkat ke Sirah Kencong pas pagi atau siang aman-aman saja,” ujar Wahyudi, salah satu pengunjung.
Sebenarnya banyak wisatawan yang menikmati perjalanan menuju perkebunan teh Sirah Kencong. Momen berangkat tidak terlalu tergesa-gesa sambil menikmat pemandangan. Misalnya, dengan berhenti di pinggir jalan. Selain untuk beristirahat sejenak, juga untuk mendinginkan mesin usai menempuh perjalanan panjang.
Hamparan hijau kawasan perkebunan mampu menyejukkan pandangan. Namun, melihat kondisi kerusakan yang terjadi di beberapa titik jalan utama, harapannya pihak terkait menaruh perhatian dan bisa segera memperbaiki.
Seperti diketahui, selain kawasan perkebunan teh Sirah Kencong yang berada di ujung jalan, jalur ini juga menjadi akses distribusi hasil peternakan dari Greenfields. Lalu lalang kendaraan semakin ramai setiap akhir pekan, selain masyarakat setempat yang bekerja di beberapa perkebunan, juga wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Selain jalur utama dari eks Kawedanan Wlingi, sebenarnya juga ada jalur dari Desa Semen, Kecamatan Gandusari, namun kondisinya juga rusak. (ynu)
Editor : Fuad Abida