BLITAR - Keringat dan kerja keras yang konsisten akhirnya berbuah manis. Itu terbukti pada beberapa atlet tinju Kota Blitar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 yang baru berakhir.
Meskipun prestasi kota belum memuaskan, dua emas dan satu perunggu cukup menunjukkan dominasi dan prestasi atlet tinju Bumi Bung Karno.
Adalah Cando Alfaro dan Dida Indue, dua petinju dari klub Elite Putra yang sukses meraih emas untuk Kota Blitar. Keduanya kini menginjak usia 23 tahun. Cando tampil di kelas 51 kilogram (kg) dan Dida di kelas 60 kg.
Selain kedua petinju tersebut, atlet muda Zilendra, 18, juga tak ingin kalah pamor.
Dia juga menyumbang medali perunggu di kelas 67 kg kategori youth. Ketiganya adalah warga Kota Blitar yang telah berlatih intensif sejak beberapa bulan sejak gelaran Porprov 2025 digelar.
Adalah tangan dingin pelatih Muhammad Kholil yang terus memompa semangat pantang menyerah ketiganya.
“Untuk latihan, para atlet berlatih setiap hari minimal dua jam hingga selesai. Latihan fisik dan teknik dijalani secara disiplin,” ujar Kholil bangga.
Hasilnya bisa dilihat dengan raihan medali ketiganya. Perjuangan serta latihan keras memang tidak pernah mengingkari hasil. Latihan itu juga yang memupuk mental baja untuk tidak takut terhadap semua lawan.
“Ya tak hanya terlatih secara fisik dan teknis saja, tapi hasil latihan yang keras juga membuat semangat dan mental baja,” akunya.
Petinju Cando Alfaro, yang juga merupakan anggota brimob, sebenarnya sudah mengikuti ajang porprov sejak 2019 atau dua edisi porprov lalu. Namun sebelumnya, Cando hanya meraih medali perak di kelas 46 kg.
Kemudian, pada Porprov 2022 di Bondowoso meraih emas, dan tahun ini naik kelas ke 51 kg juga dengan raihan emas.
“Saya sempat dipanggil untuk ikut Pra PON, tapi karena berbarengan dengan pendidikan, saya akhirnya memilih fokus menjadi anggota Polri,” ujar Cando.
Tentu hasil ini merupakan buah dari kerja keras dan latihan yang serius di bawah bimbingan dan arahan pelatih. Tak hanya teknis, tapi pelatih terus memberikan masukan dan saran yang membuat semangat dan mental atlet semakin baik.
“Ini adalah hasil latihan dan cucuran keringat perjuangan. Tentu juga dorongan dan bimbingan dari pelatih. Saya berterima kasih kepada beliau,” akunya.
Sementara itu, Dida Indue juga mengalami peningkatan prestasi. Jika pada Porprov 2022 hanya meraih medali perak, dia pada Porprov 2025 lalu mampu tampil maksimal dan meraih medali emas di kelas 60 kg.
“Untuk porprov ini bisa tampil baik dan maksimal, jadi bisa berikan medali emas untuk Kota Blitar,” ungkapnya bangga.
Zilendra menjadi kejutan tersendiri dalam porprov tahun ini. Meskipun masih berstatus pelajar, debut pertamanya di event dua tahunan tingkat regional ini langsung menghasilkan medali perunggu.
Dia mengaku bahwa awalnya hanya ikut sebagai member dan baru serius menekuni tinju tahun ini.
“Saya cuma ingin cari pengalaman dan memenuhi kuota atlet dari cabang olah raga (cabor) tinju, eh ternyata saya bisa meraih perunggu. Tentu ke depannya saya bisa lebih baik lagi,” harapnya.
Momen paling membekas bagi para atlet tinju Kota Blitar ini adalah saat Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin hadir menonton langsung perjuangan final hingga meraih medali emas.
“Kami semakin semangat karena ini bentuk dukungan langsung dari pemimpin daerah,” katanya.
Pelatih Muhammad Kholil berharap para atlet tetap rendah hati dan tidak terlalu berbangga diri karena perjuangan untuk meniti karier di dunia tinju masih sangat panjang. Butuh latihan dan perjuangan yang lebih besar lagi.
“Boleh bangga, tapi jangan cepat puas. Perjalanan masih panjang. Kalau puas, sampai di sini saja jalan karier mereka," pesannya. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah