Mata Merah Menyala: Sosok Nenek Misterius di Jalur Sunyi Blitar-Malang
Axsha Zazhika• Kamis, 10 Juli 2025 | 04:00 WIB
Mata Merah Menyala: Sosok Nenek Misterius di Jalur Sunyi Blitar-Malang
BLITAR – Jalur Blitar-Malang memang terkenal sepi saat malam, dikelilingi hutan dan tebing curam. Namun, kisah yang dialami sepasang kekasih asal Kediri pada tahun 2015 membuat jalan ini semakin lekat dengan aura mistis.
Di sebuah malam yang basah dan dingin, mereka mengaku melihat sosok nenek misterius berwajah menyeramkan berdiri di tengah jalan, nyaris membuat mereka celaka.
Adalah Rendra dan Tika, dua mahasiswa yang kala itu tengah menempuh pendidikan di Kediri. Niat mereka sederhana: membeli buku di kawasan Pasar Wilis, Malang. Perjalanan mereka lancar saat berangkat pagi hari.
Namun saat pulang menjelang malam, demi menghindari jalur Ngantang yang minim penerangan dan bertebing curam, mereka memilih jalur memutar lewat Blitar, seperti disarankan seorang penjual makanan.
Tepat setelah melewati kawasan hutan yang sunyi dan jarang dilalui kendaraan, sekitar pukul 20.30 WIB, mereka melihat sosok aneh dari kejauhan. “Waktu itu aku lihat seperti ada orang berdiri di tengah jalan, tapi bukan di pinggir, benar-benar hampir di tengah jalur,” ujar Rendra saat menceritakan ulang kisahnya ke Kembara Sunyi, kanal YouTube yang mengangkat cerita misteri dari berbagai daerah.
Karena khawatir menabrak, Rendra otomatis memperlambat laju motornya. Semakin dekat, semakin jelas sosok itu terlihat: seorang nenek tua memakai kebaya dan jarik, berdiri diam sambil membawa bakul nasi dari anyaman bambu.
Namun yang membuat bulu kuduk merinding adalah tatapan matanya yang merah menyala, menatap lurus ke arah mereka tanpa berkedip.
“Wajahnya keriput dan menyeramkan. Matanya seperti api. Saat itu aku langsung merasa ini bukan orang biasa,” ungkap Rendra. Seketika instingnya mengambil alih. Ia memutuskan untuk tetap melaju, menabrak apa pun yang terjadi. Sosok itu—menakjubkannya—tidak terpental. Motor mereka menembus langsung tubuh si nenek.
Setelah itu, suasana berubah. Angin mendadak lebih dingin, dan Tika mendadak diam seribu bahasa. Matanya kosong, seperti orang linglung. Rendra berusaha berbicara, menenangkan, tapi Tika hanya mematung. “Dia benar-benar syok. Kayak kehilangan kesadaran,” kata Rendra.
Kejadian ini menjadi salah satu cerita mistis yang paling dikenal oleh penggemar kisah supranatural dari jalur Blitar-Malang. Beberapa warga menyebutnya jalur sunyi karena letaknya yang terpencil dan sering sepi dari lalu lintas, apalagi saat malam hari di hari biasa.
Beberapa narasumber lain yang juga pernah melewati jalur tersebut menyebut bahwa penampakan sosok nenek misterius bukan hal baru. “Ada yang bilang itu makhluk penunggu jalan.
Ada juga yang percaya dia bagian dari desa gaib yang hanya muncul di waktu tertentu,” ujar Heru, warga Panggungrejo, Blitar, yang sudah lama mendengar cerita serupa dari sopir-sopir angkutan.
Sosok nenek dengan mata merah menyala ini dianggap sebagai entitas yang mencoba mengganggu pengendara malam. Ada yang mengaku melihat sosoknya duduk di batu pinggir jalan, ada juga yang melihatnya menyeberang secara tiba-tiba. “Tapi yang berdiri diam sambil bawa bakul di tengah jalan, itu cerita paling lengkap yang pernah saya dengar,” lanjut Heru.
Dalam kejadian Rendra dan Tika, penampakan itu tak berhenti hanya sekali. Sosok yang sama, menurut pengakuan mereka, muncul kembali beberapa kilometer kemudian—kali ini duduk santai di ladang tebu, memanggil Rendra agar “jagongan ambek aku Le”, atau dalam bahasa Indonesia: duduk sini dulu, nak, ngobrol sama aku.
Rendra tentu tak menggubris dan terus memacu motor, mengabaikan suara si nenek. Namun rasa takut dan ketidakpastian terus menggelayut. Sejak saat itu, Tika tak mengeluarkan satu kata pun hingga mereka sampai di rumah.
Cerita menjadi semakin menyeramkan ketika mereka tiba di Kediri menjelang Subuh dan menyadari apel yang dibeli dari kios buah misterius di tengah hutan telah menghilang, padahal sebelumnya disimpan dan diikat rapi di bawah jok motor.
Dua hari kemudian, saat menceritakan pengalaman ini ke teman kampusnya yang berasal dari Blitar, Rendra mendapat reaksi tak terduga.
Temannya langsung merespons, “Desa itu sudah lama dikenal orang-orang sini. Sosok nenek itu juga. Tapi tidak semua orang bisa selamat setelah bertemu dia. Kamu beruntung.”
Hingga kini, tak ada penjelasan ilmiah yang bisa mengungkap kebenaran penampakan nenek misterius di jalur Blitar-Malang ini. Meski begitu, cerita Rendra dan Tika menjadi salah satu dari sekian banyak kisah yang memperkuat kepercayaan bahwa jalur Blitar-Malang bukan sekadar jalur sepi biasa, tapi jalur yang menyimpan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan logika semata.
Bagi warga Blitar dan sekitarnya, cerita ini menjadi pengingat bahwa berhati-hati dalam memilih jalur malam hari bukan sekadar untuk menghindari kriminalitas, tapi juga gangguan dari dunia lain.