Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terowongan Tebu: Pintu Gaib yang Membawa ke Dunia Misterius?

Ichaa Melinda Putri • Kamis, 10 Juli 2025 | 02:00 WIB
Terowongan Tebu: Pintu Gaib yang Membawa ke Dunia Misterius?
Terowongan Tebu: Pintu Gaib yang Membawa ke Dunia Misterius?

BLITAR-Di tengah kawasan sunyi antara Blitar dan Malang, terdapat bentangan ladang tebu yang tak terlihat mencurigakan di siang hari. Namun, saat malam menjelang, konon ladang ini membentuk sebuah terowongan alami—dan bagi sebagian orang, itu bukan sekadar jalur biasa, melainkan pintu gaib menuju dunia yang berbeda.

Cerita ini muncul dari pengalaman seorang mahasiswa asal Kediri, Rendra, yang pada tahun 2015 mengalami perjalanan yang tak bisa dijelaskan logika saat pulang dari Malang bersama kekasihnya.

Setelah melalui berbagai kejadian janggal, mulai dari bertemu sosok nenek misterius, kios buah di tengah hutan, hingga memasuki desa penuh aktivitas tengah malam, puncak dari semua keanehan itu terjadi ketika mereka melintasi ladang tebu yang membentuk lorong seperti terowongan panjang.

Bentuk Aneh yang Membawa Kecemasan
Menurut pengakuan Rendra, mereka awalnya tidak menyadari bahwa jalur yang mereka lewati berada di antara ladang tebu. Tapi saat motor terus melaju dan sinyal ponsel masih tak kunjung muncul, pandangan mereka terpaku pada bentuk tebu yang menjulur ke tengah dari kedua sisi jalan.

“Jalannya sempit dan kanan kiri tebu semua. Tapi yang bikin merinding, tebu-tebu itu seperti condong saling menunduk, membentuk seperti lorong alami sepanjang 50 meter,” ujar Rendra dalam kisahnya di kanal Kembara Sunyi.

Ia mengaku merasakan auranya berbeda saat memasuki lorong tersebut. Udara mendadak dingin, suasana menjadi lebih hening, dan Tika—kekasihnya—yang sejak awal sudah linglung, terlihat semakin pucat dan tak bersuara.

Simbol Pintu ke Dunia Lain?
Di berbagai kepercayaan dan cerita rakyat, terowongan atau lorong memang sering diasosiasikan dengan pintu ke dimensi lain. Dalam tradisi Jawa, lorong alami seperti gua, jalur pepohonan, atau bahkan ladang seperti ini dipercaya bisa menjadi jalan lintas antara dunia manusia dan makhluk halus.

Beberapa spiritualis menyebutnya sebagai "lorong liminal"—ruang transisi yang memungkinkan seseorang tersesat atau terhubung dengan alam gaib, terutama jika ia berada dalam kondisi pikiran tidak fokus, atau tengah diliputi rasa takut seperti yang dialami Rendra dan Tika.

“Saya pernah dengar dari kakek saya, kalau ada lorong dari tanaman yang bentuknya kayak terowongan, jangan sembarangan masuk malam-malam. Bisa-bisa enggak bisa pulang,” kata Rahmat, seorang warga Kecamatan Doko, Blitar, saat ditemui tim kami.

Sosok Nenek Kembali Muncul
Yang membuat perjalanan Rendra makin menyeramkan adalah kemunculan kembali sosok nenek misterius yang sebelumnya mereka temui di jalan.

Kali ini, sosok itu duduk santai di ujung terowongan tebu, menatap Rendra dengan tenang sambil berkata dalam bahasa Jawa halus: "Le, lunggo kene Le, jagongan ambek aku." (Nak, duduklah sini, temani aku ngobrol.)

Rendra, yang sudah terlalu takut, hanya bisa melanjutkan perjalanan tanpa menoleh, mencoba tetap tenang meski merasa seperti sedang diawasi. Ia menyadari bahwa lorong itu bukanlah lorong biasa. “Aku cuma mikir satu hal: keluar dari sini secepatnya,” katanya.

Terjebak di Antara Dimensi?
Beberapa detik setelah keluar dari lorong itu, kejadian aneh lain pun menyusul. Sebuah mobil misterius muncul dari belakang dan terus membunyikan klakson seakan ingin menuntun mereka keluar dari area tersebut.

Namun, begitu mereka tiba di jalan raya, mobil itu menghilang begitu saja, dan saat menoleh ke belakang, ladang tebu itulah yang tersisa, tak ada desa, tak ada kios, dan tak ada lorong tebu yang terlihat sama seperti sebelumnya.

Dari sinilah Rendra mulai meyakini bahwa ladang tebu itu adalah bagian dari pintu gaib yang telah membawanya ke rangkaian kejadian supranatural.

Apakah Terowongan Itu Masih Ada?
Beberapa warga Blitar menyebut, jalur antara hutan dan ladang tebu memang rawan mistis. Namun, tidak ada yang bisa memastikan lokasi pasti lorong tersebut.

Beberapa spekulasi mengarah ke jalur-jalur sepi di antara kecamatan Wlingi, Doko, dan Kesamben. Tapi sejauh ini, tidak ada bukti fisik atau peta yang bisa mengidentifikasi lokasi terowongan tersebut secara tepat.

“Kalau siang, semuanya kelihatan biasa. Tapi kalau malam, apalagi pas sepi, banyak yang bilang jalur-jalur itu bisa berubah,” kata Bambang, pengemudi ojek online asal Blitar yang sering mengantar penumpang antarkabupaten.

Bahkan beberapa pengendara lain mengaku pernah mengalami hilang arah atau berputar-putar di tempat yang sama di sekitar area tersebut.

Legenda yang Terus Hidup
Cerita Rendra hanya satu dari banyak kisah serupa yang tersebar dari mulut ke mulut di kawasan Blitar. Kisah tentang terowongan alami yang menjadi pintu menuju dimensi lain menjadi bagian dari urban legend yang memperkaya mitologi lokal.

Sebagian percaya itu hanya ilusi karena kelelahan dan sugesti. Namun sebagian lainnya yakin bahwa alam memiliki celah-celah tak kasatmata, dan terowongan tebu itu hanyalah salah satu jalurnya.

“Kalau kamu lewat malam-malam dan melihat tanaman membentuk lorong, jangan berhenti. Jangan menoleh. Terus jalan saja,” ujar Rendra menutup kisahnya.

Karena, siapa tahu... kamu tidak akan menemukan jalan keluar kembali.

Editor : Anggi Septian A.P.
#terowongan #pintu gaib #blitar #Membawa #misterius #dunia #tebu