BLITAR – Pendakian Gunung Kelud melalui jalur pendakian Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, mampu menjadi daya tarik bagi pendaki dari berbagai daerah.
Di musim libur panjang sekolah tiga pekan terakhir, setidaknya sudah ada 4.062 pendaki yang memilih jalur pendakian dari Desa Karangrejo. Puncak kedatangan pendaki terjadi akhir pekan lalu yang mencapai 485 pendaki dalam sehari.
Berdasarkan data basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, hingga Rabu (9/7/2025) sore, tercatat 4.062 pendaki dari berbagai daerah yang mendaftarkan diri ke basecamp pendakian tersebut.
Jumlah tersebut merupakan rekapan sejak memasuki libur panjang sekolah per Senin (23/6) lalu hingga memasuki pekan ketiga.
Selama liburan, puncak kedatangan pendaki terjadi pada Sabtu (5/7) dan Minggu (6/7), yakni masing-masing 389 pendaki dan 485 pendaki dalam sehari.
“Untuk rata-rata sekitar 200-an pendaki per hari,” jelas Koordinator Basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, Aris Tiono.
Jumlah pendaki yang menuju puncak melalui Desa Karangrejo diperkirakan terus berdatangan. Pasalnya, libur panjang sekolah masih berlangsung hingga Minggu (13/7) mendatang.
Untuk mendukung proses pendakian, dia juga menyediakan tiga rumah singgah gratis untuk para pendaki jika kemalaman saat datang atau turun dari pendakian.
Selama ini, para pendaki, terutama yang memilih tektok atau mendaki dalam sehari tanpa menginap, datang sekitar pukul 22.00 WIB dan bisa istirahat di rumah singgah.
Selanjutnya, pukul 01.00 WIB melakukan registrasi sebelum berangkat menuju puncak pada pukul 01.30 WIB untuk kelompok campuran. “Namun untuk kelompok pendakian perempuan, kami sarankan berangkat sekitar pukul 03.00 WIB,” ungkap pria yang akrab disapa Aris Bores ini.
Dalam pendakian dini hari, mereka harus melengkapi diri dengan perlengkapan pendukung.
Misalnya, menggunakan headlamp, membawa bekal air minum minimal 2 liter per orang, jas hujan, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), makanan ringan, hingga mengisi perut sebelum melakukan pendakian. Di sekitar basecamp sudah ada warung yang menyediakan berbagai menu.
“Untuk registrasi tutup pada 08.00 WIB,” jelas Setyo Budi, petugas pendamping pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo dari Perhutani.
Untuk meningkatkan faktor keamanan, terutama untuk pendaki tektok, mereka harus turun pada pukul 14.00 WIB meskipun belum mencapai puncak.
Tujuannya agar mereka tidak terjebak kondisi malam di tengah jalur pendakian. Paling tidak, maksimal mereka sebelum kondisi gelap sudah tiba di pos 1. (ynu/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah