WC Bukan Warkop: Bahaya Duduk Lama Sambil Ngerokok dan Main Game
Findika Pratama• Jumat, 11 Juli 2025 | 04:30 WIB
WC Bukan Warkop: Bahaya Duduk Lama Sambil Ngerokok dan Main Game
BLITAR – Fenomena unik sekaligus memprihatinkan kian marak di era digital: kamar mandi tak lagi sekadar tempat buang hajat, tapi berubah jadi “ruang santai” bagi sebagian masyarakat. Dari main mobile game, merokok sebatang penuh, hingga menyeruput kopi, semua dilakukan sambil duduk di toilet.
Padahal, kebiasaan duduk terlalu lama di kamar mandi terbukti bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan serius. Salah satunya adalah risiko ambeien atau hemoroid, pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus akibat tekanan duduk berlebih dalam posisi tertentu.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu dokter yang cukup populer di media sosial dan dikenal memiliki gaya bicara blak-blakan, dr Tirta Blitar. Ia mengkritisi kebiasaan “ngudud” dan “nggame” di toilet yang menurutnya bukan hanya jorok, tapi juga berbahaya bagi kesehatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa posisi duduk berlama-lama di kloset – baik duduk jongkok maupun duduk ala toilet barat – bisa menyebabkan bagian rektum (saluran akhir usus besar) tertarik ke bawah karena gravitasi. Hal ini memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah vena di sekitar anus, yang akhirnya membesar dan menyebabkan ambeien.
“Ngising ya ngising, mas. Jangan sambil ngopi, jangan sambil mabar Mobile Legends. Itu WC, bukan warkop,” ujar dr Tirta Blitar dalam salah satu konten edukasinya yang sempat viral di TikTok dan Instagram.
“Rektummu itu bukan besi. Gravitasi tetap bekerja. Duduk kelamaan di WC bisa bikin pembuluh darah melebar, dan kalau sudah bengkak ya rasain sendiri – duduk nyeri, berdarah, bisa sampai operasi,” jelasnya.
Yang menjadi sorotan lainnya adalah kebiasaan merokok di dalam toilet. Bukan hanya tidak sopan karena ruang tersebut digunakan bersama-sama, tetapi asap rokok yang dihasilkan bisa menempel di dinding kamar mandi selama berbulan-bulan. Bahkan jika ventilasi kurang baik, residu dari nikotin dan zat berbahaya lainnya bisa terhirup kembali oleh pengguna toilet berikutnya.
Selain rokok, kehadiran ponsel pintar dan game mobile juga disebut-sebut sebagai pemicu orang jadi betah berlama-lama di WC. Sebuah survei ringan yang dilakukan oleh tim Blitarkawentar kepada 100 responden muda di wilayah Blitar menunjukkan bahwa hampir 65% responden mengaku sering bermain HP lebih dari 10 menit saat di kamar mandi.
Padahal, selain risiko ambeien, duduk terlalu lama juga bisa memicu gangguan saraf seperti kesemutan dan mati rasa di area bokong hingga paha, akibat tekanan pada saraf ischiadicus. Dalam jangka panjang, ini bisa menimbulkan keluhan nyeri pinggang, kebas, hingga gangguan postur.
“Ngising zaman now itu beda. Kalau dulu orang ke WC buru-buru, sekarang bawa HP, headset, bahkan kopi,” kata dr Tirta Blitar sambil tertawa getir.
Ia menambahkan bahwa budaya “nongkrong di toilet” ini juga diperparah dengan tren konten media sosial. Banyak orang yang sengaja menjadikan kamar mandi sebagai ruang privat untuk “me time”, tanpa sadar bahwa fasilitas umum seperti WC kantor, sekolah, atau tempat ibadah digunakan oleh banyak orang.
“Kamar mandinya aja kadang masih lumutan, enggak pernah dibersihkan. Tapi dibuat duduk sambil ngudut. Asapnya nempel, lembab, bikin kuman betah tinggal. Kalau kamu sakit, ya itu salah satu penyebabnya,” lanjut dr Tirta.
Melihat fenomena ini, sejumlah aktivis kesehatan di Blitar mendorong kampanye edukasi WCSehat di sekolah-sekolah dan kantor pemerintahan. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat bahwa toilet bukan tempat nongkrong, apalagi ngerokok atau main game.
Kampanye ini juga mengingatkan pentingnya menghargai waktu dan kebutuhan orang lain, karena toilet adalah fasilitas bersama. Semakin lama satu orang di dalam, semakin lama pula orang lain harus menunggu.
Seorang pegawai dinas pendidikan Kabupaten Blitar, Suyadi (39), mengaku sering jengkel karena antrean panjang di kamar mandi kantor.
“Kadang lihat sepatu ngintip dari bawah, eh yang di dalam ketawa-ketawa sendiri. Ternyata mabar. Yo ngono kok ngising,” keluhnya sambil tertawa.
Berikut beberapa tips dari dr Tirta agar kebiasaan di toilet tetap sehat:
Batasi waktu di toilet maksimal 5 menit. Cukup untuk buang air besar atau kecil, bukan untuk main game.
Jangan merokok di kamar mandi. Selain berbahaya bagi diri sendiri, asapnya juga mengganggu orang lain.
Hindari membawa makanan atau minuman ke dalam WC.
Cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet.
Bersihkan WC secara berkala. Kalau WC di rumah sendiri saja jorok, bagaimana yang di tempat umum?
Kesehatan itu dimulai dari kebiasaan kecil yang sering diabaikan. Termasuk soal bagaimana kita menggunakan kamar mandi. Jadi, mulai sekarang hentikan kebiasaan lama duduk berlama-lama di toilet sambil merokok atau bermain game. Ingat, WC itu bukan tempat nongkrong. WC bukan warkop.