BLITAR – Progres pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Bumi Bung Karno menunjukkan perkembangan positif.
Sebanyak 21 KMP di tiap kelurahan telah terbentuk secara legal atau diakui secara hukum.
Namun masih ada satu hal yang menjadi kendala dalam menjalankan roda operasional KMP.
Yaitu, kewajiban pengurus KMP untuk menyetorkan nomor pokok wajib pajak (NPWP).
”Nah, masalahnya adalah sebagian pengurus ini ada yang enggan untuk mengurus NPWP karena takut.
Takut jika nanti harus laporan pajak setiap tahun,” kata Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Usaha Mikro (Dinkop, Naker, dan UM) Kota Blitar, Juyanto, Jumat (11/7/2025).
Dia tengah berupaya untuk mengatasi kendala tersebut agar roda kegiatan KMP bisa segera dijalankan.
Dinas akan menyadarkan para pengurus KMP agar bisa mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.
”Nanti teman-teman dari pengurus KMP ini kami beri pemahaman, dan tentu ini butuh waktu yang tidak singkat sehingga harus bersabar,” jelasnya.
Menurutnya, kepemilikan NPWP bagi pengurus KMP menjadi salah satu syarat operasional KMP.
Jika tidak memiliki NPWP, maka KMP tidak bisa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Mudah-mudahan lewat pemahaman nanti teman-teman pengurus bisa sadar dan mau untuk mengurus NPWP,” harapnya.
Sebagaimana diketahui, ada 21 KMP yang terbentuk di Kota Blitar. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah kelurahan.
Seluruh KMP tersebut sudah memiliki akta pendirian. Rencananya, pada 19 Juli mendatang, pemerintah akan me-launching serentak KMP secara nasional.
Dalam waktu dekat, dinkop beserta para pengurus KMP melakukan pertemuan dengan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin.
Mereka melakukan dialog untuk membahas program –program kerja KMP ke depan. Selain juga mengundang sejumlah pihak terkait untuk duduk bersama mendukung jalannya program KMP.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berkomitmen untuk mendukung realisasi program-program pusat.
Selain program KMP, juga program Sekolah Rakyat (SR). Kini, pemkot tengah menunggu arahan lebih lanjut terkait pelaksanaan SR. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah