Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Atlet Lempar Cakram asal Kabupaten Blitar: Sempat Sakit Justru Sumbang Emas

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:11 WIB
SUKSES: Azizati Nur Khalifah, Atlet Lempar Cakram Asal Kanigoro, Blitar.
SUKSES: Azizati Nur Khalifah, Atlet Lempar Cakram Asal Kanigoro, Blitar.

BLITAR - Senyum semringah terpancar dari wajah Azizati Nur Khalifah, atlet cabang olahraga (cabor) lempar cakram asal Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro.

Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 lalu, dara 21 tahun ini berhasil mempersembahkan medali emas.

Pencapaian Aziza, sapaan akrabnya, ini sekaligus membayar lunas perjuangannya yang sempat terhambat perihal masalah kesehatan.

Dampaknya, dia harus istirahat selama sebulan untuk memulihkan fisiknya.

Namun, untuk bisa tampil di lapangan, perjuangan yang dilakukannya tidak mudah.

Dia harus mengembalikan kepercayaan dirinya dengan menjalani latihan.

Perjalanan Aziza menuju podium tertinggi porprov tahun ini bukan perkara sederhana.

 “Sebenarnya persiapan itu sudah dimulai sejak setahun lalu. Tapi, pas program umum di bulan Agustus 2024 lalu, saya drop karena sakit tipes. Akhirnya istirahat sekitar sebulan,” ujar Aziza, Sabtu (12/7/2025).

Dia menuturkan bahwa setelah pulih dari sakit harus memulai dari nol.

Latihan yang semula intens kembali ke dasar-dasar teknik lemparan. Dia bahkan baru bisa latihan maksimal usai Lebaran lalu.

Saat itu, latihan digenjot sampai Mei kemarin hingga bisa mengikuti gelaran Jatim Open.

“Syukurnya saat itu lemparan saya balik ke 33 meter lagi,” tuturnya.

Meski sempat dirundung keraguan, Aziza membuktikan kemampuannya. Ketika berlaga di Porprov 2025, dia berhasil mencatatkan lemparan sejauh 36,09 meter.

Angka itu sesuai dengan targetnya dan cukup untuk mengamankan posisi tertinggi di podium.

“Targetnya memang emas, dan alhamdulillah tercapai. Walau saat tanding sempat kacau. Lemparan pertama kurang bagus, tapi akhirnya bisa stabil di lemparan-lemparan berikutnya,” katanya.

Sementara itu, perjalanan Aziza di dunia atletik dimulai sejak 2019.

Dia sempat menjajal berbagai nomor seperti tolak peluru sebelum akhirnya mantap menekuni lempar cakram sejak 2021.

“Dahulu, pelatih nyuruh coba semua nomor, tapi ternyata saya cocok di lempar cakram. Jadi diminta fokus sejak 2021 itu,” tuturnya.

Porprov kali ini merupakan keikutsertaannya yang ketiga. Debutnya di Jember pada 2022 belum membuahkan hasil.

Namun tahun berikutnya, pada ajang Porprov Sidoarjo, dia sudah mengantongi medali perak.

Kini, medali emas menjadi bukti kerja keras dan konsistensinya selama ini.

Ke depan, Aziza menargetkan lemparan tembus 39 meter.

Dari targetnya itu, dia juga membidik Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai panggung berikutnya.

“Impian saya bisa tembus PON, mewakili Jawa Timur. Tapi limitnya tinggi, sekitar 39–40 meter. Insya Allah dikejar,” ungkapnya. (jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #jawa timur #Sumbang Emas #sakit #porprov #atlet #lempar cakram #kanigoro #cabor #fisik #jatim #Azizati Nur Khalifah