BLITAR – Candi Penataran merupakan situs Sejarah yang menyimpan sejuta cerita di masa lalu. Pada kompleks candi ini terdapat relief Ramayana dan Kresnayana yang dipahat dengan teknik Istimewa.
Yang membuatnya terlihat megah, relief ini tidak hanya indah secara visual, namun juga tersimpan filosofis mendalam.
Pada teras pertama candi Induk Penataran, terdapat 102 relief Ramayana yang menyimpan jejak sejarah tentang pengutusan Hanoman ke Alengka.
Terjadilah pertempuran sengit antara Rama dan Rahwana, dan tersisipkan adegan kematian Kumbakarna. Jejak cerita Ramayana ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.
Relief ini dibaca dengan alur prasawya (berlawanan arah jarum jam), mulai dari sisi barat dekat tangga. Setiap adegan kisahnya dibatasi oleh medallion hias.
Berbeda dengan kisah Ramayana, relief Kresnayana pada teras kedua justru mengikuti alur prawira (searah jarum jam).
Kisah ini dimulai dari penyerangan raksasa Kalayawana kepada Kresna, Kresna bertekad untuk melakukan petualangan menyelamatkan dunia, ditutup dengan kisah cintanya bersaa Rukmini.
Relief-relief ini menjadi bukti nyata bahwa situs sejarah pada zaman dahulu merupakan warisan budaya yang tak ternilai.
Selain sebagai bentuk edukasi tentang sejarah untuk saat ini, relief ini juga memiliki peran sebagai media pembelajaran bagi masyarakat buta huruf kala itu.
Juga bentuk pengingat ajaran moral dari kitab suci. Sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban bersama untuk terus melestarikan warisan budaya nenek moyang. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.