Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Telaga Rambut Monte, Perpaduan Romantisme Alam dan Aura Mistis di Blitar

Axsha Zazhika • Minggu, 13 Juli 2025 | 02:00 WIB
Telaga Rambut Monte, Perpaduan Romantisme Alam dan Aura Mistis di Blitar
Telaga Rambut Monte, Perpaduan Romantisme Alam dan Aura Mistis di Blitar

BLITAR – Jauh dari hiruk-pikuk kota, tersembunyi sebuah telaga alami yang memancarkan keindahan dan ketenangan sekaligus membungkusnya dalam kisah-kisah penuh misteri.

Inilah Telaga Rambut Monte, sebuah permata tersembunyi di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Terletak di lereng perbukitan antara Gunung Kelud dan Gunung Kawi, Rambut Monte menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keasrian alam dengan nuansa spiritual dan sakral.

Tak sekadar menyuguhkan panorama alam, Rambut Monte juga sarat nilai sejarah, budaya, dan kepercayaan lokal yang masih kuat hingga hari ini. Udara sejuk dataran tinggi dan suasana rimbun pepohonan menambah kenyamanan pengunjung, terutama mereka yang mencari ketenangan, kontemplasi, atau sekadar ‘me time’ di alam terbuka.

Baca Juga: Jalur Pendakian Karangrejo Akan Ditutup Selama Enam Hari, Ini Alasannya

Danau Toska yang Tenang, Tapi Terlarang untuk Dimasuki

Salah satu daya tarik utama Rambut Monte adalah telaganya yang jernih berwarna toska. Airnya begitu tenang, nyaris tak bergelombang, seolah menyimpan rahasia dalam kedalaman. Namun di balik kejernihan dan keindahannya, telaga ini tidak boleh sembarangan dimasuki, apalagi untuk berenang atau mandi.

Menurut warga sekitar, larangan tersebut bukan hanya soal mistis, tetapi juga berkaitan dengan nilai spiritual dan toleransi antarumat beragama. Air telaga Rambut Monte dianggap suci oleh umat Hindu dan digunakan untuk ritual penyucian sebelum upacara keagamaan.

“Kenapa kok kita tidak boleh mandi di telaga ini? Karena ini air sucinya umat Hindu. Jadi kita harus menghormati dan bertoleransi terhadap sesama,” ujar juru pelihara situs Rambut Monte saat ditemui tim BlitarKawentar.

Baca Juga: Progres Koperasi Merah Putih di Kota Blitar Terkendala NPWP Pengurus

Romantis dan Mistis: Daya Tarik yang Membius

Berjalan di sekitar telaga, pengunjung akan merasakan perpaduan atmosfer yang menenangkan sekaligus magis. Desiran angin lembut, pepohonan rindang, serta suara burung-burung liar menciptakan suasana yang cocok untuk pasangan, keluarga, maupun wisatawan solo yang mencari pengalaman spiritual.

Di pagi hari, kabut tipis sering kali menyelimuti permukaan air telaga, membuat pemandangan tampak seperti lukisan. Sedangkan di sore hari, cahaya matahari yang menembus celah-celah daun menciptakan kesan romantis yang sulit ditemukan di tempat lain.

Namun meski suasananya damai, Rambut Monte juga menyimpan aura sakral yang membuat orang enggan bertindak sembarangan. Banyak yang percaya bahwa sikap tak sopan atau melanggar pantangan dapat mengundang petaka.

Baca Juga: Jejak Freemason di Perkebunan Karanganyar Blitar: Misteri Simbol dan Nama-Nama dari Masa Kolonial

Kisah-Kisah Mistis Menyertai Ketenangan

Beberapa cerita mistis bahkan masih hidup dan diceritakan dari generasi ke generasi. Mulai dari orang yang sakit setelah mandi di telaga, hingga kejadian aneh seperti ikan yang dimasak namun berubah menjadi minyak, menjadi bumbu kepercayaan masyarakat akan kesakralan tempat ini.

Salah satu warga menceritakan, kerabatnya pernah jatuh sakit setelah mandi di telaga, dan sembuh setelah melakukan ritual larung ayam dan pakaian ke tengah telaga. Ada pula cerita tentang anak kecil yang melempari ikan di telaga dan kemudian jatuh sakit selama berbulan-bulan sebelum akhirnya ‘menebus’ kesalahannya di lokasi yang sama.

Telaga Berusia Ratusan Tahun, Jejak Spiritual Masa Lalu

Tidak hanya terkenal karena alamnya, Rambut Monte juga menyimpan sejarah panjang. Banyak yang percaya bahwa telaga ini sudah ada sejak sebelum era Majapahit, dan menjadi tempat penting dalam kehidupan masyarakat sejak masa lampau. Hal ini didukung dengan keberadaan Candi Rambut Monte yang berdiri tak jauh dari telaga.

Candi kecil dari batu andesit ini memperlihatkan relief kepala raksasa berambut gimbal, yang dipercaya sebagai asal-usul nama "Monte". Kata “Monte” dalam bahasa Jawa merujuk pada rambut gimbal, dan relief ini diyakini sebagai perlambang dari sosok gaib penjaga kawasan.

Sayangnya, candi ini belum banyak diteliti secara arkeologis. Ada yang menyebutnya peninggalan Majapahit, namun ada pula versi yang mengatakan usianya lebih tua, berasal dari masa Kerajaan Kediri.

Destinasi Wisata yang Menyatu dengan Alam dan Budaya

Kini, Telaga Rambut Monte menjadi salah satu tujuan wisata spiritual dan edukatif yang cocok untuk keluarga dan pelajar. Selain menikmati keindahan dan ketenangan, pengunjung juga bisa belajar tentang sejarah, mitologi lokal, dan pentingnya menjaga keharmonisan antar umat beragama.

Baca Juga: Jejak Bung Karno, Theosofi, dan Larangan Freemason: Ketegangan Ideologis Sang Proklamator

Untuk menuju ke lokasi, pengunjung hanya perlu menempuh sekitar 1 jam perjalanan atau 36 km dari pusat Kota Blitar. Akses jalan cukup baik, dan area sekitar telaga sudah ditata dengan fasilitas sederhana seperti tempat parkir, toilet, dan beberapa warung makanan.

Wisata dengan Hati dan Rasa Hormat

Telaga Rambut Monte bukan sekadar tempat piknik. Ini adalah situs budaya, spiritual, dan alam yang menuntut kesadaran wisatawan akan pentingnya rasa hormat. Hormat kepada alam, kepada sesama manusia, dan kepada sejarah yang diam-diam tetap hidup di dasar telaga.

Jika kamu ingin merasakan wisata yang berbeda—yang memberi ketenangan namun juga menggugah rasa ingin tahu spiritualmu, maka Rambut Monte adalah jawabannya.

Baca Juga: Dari Freemason ke Kopi Arabika Blitar: Transformasi Mistis Jadi Destinasi Edukasi dan Wisata

Tips Mengunjungi Rambut Monte:

Rambut Monte bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga keindahan spiritual dan budaya. Jadikan kunjunganmu ke sini sebagai momen untuk mendekat pada alam dan memahami kearifan lokal yang telah hidup selama ratusan tahun.

Editor : Anggi Septian A.P.
#blitar #penuh #telaga #rambut monte #misteri #nilai sejarah