BLITAR - Perjuangan Felicita Ellis Russmawati di dunia panahan hingga menorehkan prestasi tidaklah gampang. Latihan keras dan disiplin menjadi kunci meraih hasil yang maksimal.
Di Porprov Jatim IX 2025 lalu, gadis warga Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, ini sukses membawa nama harum Bumi Bung Karno lewat sumbangsih medali emas.
Olahraga panahan sudah menjadi bagian hidup dari Ellis. Olahraga yang mengandalkan fokus, mental, dan ketajaman penglihatan ini dikenalkan sejak duduk di bangku sekolah daerah (SD), lebih tepatnya mulai kelas V.
Sejak saat itu, orang tuanya melihat potensi Ellis di bidang panahan yang menunjukkan peningkatan.
Dari situlah, kemampuan Ellis dalam memanah terus dilatih.
Sejak saat itu hingga kini, dia terus menempa kemampuannya demi bisa meraih prestasi yang diimpikan. Terbaru, prestasi yang ditorehkan yaitu medali emas di ajang Porprov Jatim IX 2025.
Di porprov, Ellis tidak berjuang sendiri, tetapi bersama rekan lainnya.
Di cabor panahan, dia bertanding di dua nomor yakni individu atau perorangan dan beregu.
"Alhamdulillah, di nomor perorangan dan beregu, saya mendapat masing-masing dua medali emas, sedangkan lainnya dapat dua medali perak,” ujarnya dengan wajah semingrah.
Raihan prestasi di porprov tersebut buah dari disiplin latihan keras. Tak main-main, persiapan untuk ajang Porprov 2025 ini sudah dilakukan setahun.
”Selama itu saya mengikuti jadwal reguler yang disiapkan oleh klub di Blitar. Saya memanah 300 anak panah dalam sehari. Ditambah menu latihan fisik seperti lari, push up, squat, hingga fleksibilitas,” terang perempuan 19 tahun ini.
Baca Juga: Simbol Arca Rapala & Naga Basuki, Gerbang Menuju Kompleks Candi Penataran
Hampir setiap hari sebagian waktunya diluangkan untuk berlatih keras. Khusus satu hari dikosongkan jadwal latihan untuk beristirahat.
Selama setahun terakhir, dia berlatih di Surabaya dan Blitar.
”Kebetulan saya kan kuliah di Surabaya, jadi ketika di Surabaya, saya latihan di sana. Sementara ketika di Blitar, saya latihan di lapangan Mareno,” ujar mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini.
Selama menjadi atlet panahan, Ellis sudah empat kali mengikuti pertandingan di porprov.
Di dua ajang poprov terakhir, dia berhasil naik podium dan menyumbangkan medali untuk daerah kelahirannya, Kota Blitar.
Di Porprov 2025 ini, dia tak menyangka bisa meraih medali emas.
“Prestasi ini di luar target pribadi saya. Memang dari pelatih menargetkan bisa menyumbang medali, sementara target saya bisa tampil maksimal tanpa menaruh target dapat medali. Tetapi, Tuhan berkehendak lain dan bisa meraih medali emas,” tuturnya.
Dalam mempersiapkan penampilan menjelang bertanding, tentu tidak mulus. Pasti ada hal-hal kecil menghambat, terutama pada mental.
"Panahan ini kan mengandalkan mental dan perasaan. Ketika perasaan sedang kurang baik tentu bisa memengaruhi performa,” ujarnya.
Meski kompetisi porprov telah berakhir, perjuangan Ellis belum berakhir.
Kini, dia tengah menyiapkan fisik dan mental untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).
Dia mewakili Jawa Timur (Jatim) dalam ajang kompetisi olahraga dua tahun sekali itu.
”Saat ini saya sedang persiapan lagi untuk POMNAS mewakili Jatim. Semoga saya bisa tampil lebih baik dan membawa juara, Amin,” pungkasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah