BLITAR – Masa libur panjang sekolah yang berlangsung mulai Senin (23/6) hingga Minggu (13/7), para pendaki Gunung Kelud yang melewati jalur pandakian Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, mampu menembus angka 4.600 pendaki. Mereka menikmati pemandangan lereng gunung yang berada di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara.
Berdasarkan data basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, hingga Minggu (13/7) sore, tercatat 4.662 pendaki dari berbagai daerah yang mendaftarkan diri. Tercatat, selama liburan, puncak kedatangan pendaki terjadi pada Sabtu (5/7) dan Minggu (6/7) lalu, yakni masing-masing 389 pendaki dan 485 pendaki dalam sehari.
“Setelah masa liburan berakhir, mulai besok (hari ini, Red) kami akan melakukan perawatan jalur pendakian,” jelas Koordinator Basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, Aris Tiono.
Merespons berakhirnya masa libur panjang sekolah, sepekan ini para petugas dari basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo bergerak cepat melakukan perawatan jalur pendakian.
Mereka akan mengecek berbagai fasilitas di jalur pendakian, mulai pos pendakian, tali temali, tangga di jalur curam pendakian, hingga membawa turun sampah yang tertinggal di jalur pendakian. Masa perawatan berlangsung mulai Senin (14/7) hingga Sabtu (19/7) mendatang.
Seperti diketahui, untuk mendukung proses pendakian, basecamp menyediakan tiga rumah singgah gratis untuk para pendaki jika datang atau turun dari pendakian waktunya kemalaman. Selama ini, selain mereka yang tektok, juga ada pendaki yang memilih mendirikan tenda di kawasan puncak Gunung Kelud.
Untuk pendakian dini hari, para pendaki harus melengkapi diri dengan perlengkapan pendukung. Misalnya, menggunakan headlamp, membawa bekal air minum minimal 2 liter per orang, jas hujan, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), makanan ringan, hingga mengisi perut sebelum melakukan pendakian.
Di sekitar basecamp sudah ada warung yang menyediakan berbagai menu. Untuk pendaki tektok, registrasi tutup pada 08.00 WIB.
Selain itu, untuk meningkatkan faktor keamanan, terutama untuk pendaki tektok, mereka harus turun pada pukul 14.00 WIB meskipun belum mencapai puncak. Tujuannya agar mereka tidak terjebak kondisi malam di tengah jalur pendakian. Paling tidak, maksimal mereka sebelum kondisi gelap sudah tiba di pos 1. (ynu/c1)
Editor : Fuad Abida