Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jejak Sejarah Operasi Trisula Pemberontakan PKI di Desa Bakung, Blitar

Prima Suci Maharani • Rabu, 16 Juli 2025 | 03:00 WIB

 

Monumen Trisula, Desa Bakung, Kabupaten Blitar (Dikutip dari inbisnis.id)
Monumen Trisula, Desa Bakung, Kabupaten Blitar (Dikutip dari inbisnis.id)

BLITAR – Operasi Trisula terjadi di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar bagian Selatan.

Sebuah desa terpencil yang menyimpan sejarah kelam bagi masyarakat. Salah satu operasi militer terbesar pasca G30SPKI terjadi di desa ini.

Partai Komunis Indonesia (PKI) membangun basis pengaruh lewat propaganda pertanian sebelum akhirnya berhadapan dengan TNI dalam pertempuran berdarah.

Pada saat itu, banyak rumah-rumah dibakar, warga diculik, dan mayat bergelimpangan.

Menurut sejarawan lokal, PKI mulai masuk ke Bakung sejak 1957 melalui seorang aktivis sayap kiri yang ahli pertanian. Aktivis tersebut memanfaatkan keterbelakangan warga, minimnya pendidikan dan akses agama untuk menyebarkan ideologi komunis.

Rendahnya kualitas sumber daya manusia pada saat itu membuat rakyat mudah terpengaruh, termasuk faktor dari kemiskinan. PKI menjanjikan reformasi agraris, namun berujung pemberontakan.

Pada 1965-1968, PKI membentuk Grup 13 (G-13), sebuah sel gerilya yang bermarkas di gua-gua alam sekitar Bakung.

Mereka melakukan pembakaran, perampokan, bahkan pembunuhan terhadap aparat dan warga yang dianggap anti-komunis.

Puncaknya pada Juni 1968, TNI mengerahkan pasukan dari Batalyon 511 dipimpin Kolonel Witarmin dan Mayor Yasin (Kodam Brawijaya) untuk memburu sisa-sisa PKI.

Operasi gabungan darat-udara ini melibatkan helikopter tempur dari pangkalan Lodoyo dan pasukan Hansip.

Pertempuran sengit terjadi di Bukit Bakung menewaskan 33 orang, termasuk prajurit TNI seperti Sukarman dan Sugianto. Sementara itu, ratusan anggota PKI ditangkap atau dieksekusi.

"Banyak mayat dikubur di hutan atau dibuang ke sungai. Desa seperti kuburan hidup," tutur sejarawan lokal.

Untuk mengenang peristiwa ini, dibangunlah Monumen Trisula. Monumen ini menjadi pengingat agar tragedi serupa tak terulang.

Tragedi di Desa Bakung mengajarkan betapa bahaya radikalisme dan manipulasi politik atas nama ideologi.

Di era digital, ancaman hoaks dan provokasi mirip dengan cara PKI membangun pengaruh. "NKRI harga mati bukan sekadar slogan, tapi pelajaran dari darah dan air mata," tegas Pak Kamto, seorang sejarawan lokal.

Editor : Anggi Septian A.P.
#g30 s pki #sejarah #blitar #jejak #kodam brawijaya #sejarawan #prajurit #pki #pertempuran #TNI Indonesia #trisula #propaganda #monumen #pemberontakan