BLITAR – Tragedi pemberontakan PKI di Blitar sempat terjadi di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar bagian selatan.
Akibat dari pemberontakan ini, dibangunlah sebuah monumen sejarah sebagai pengingat dan pembelajaran. Nama monumen ini adalah Monumen Trisula.
Warga yang sempat terjerumus dalam propaganda PKI harus memikul beban ganda trauma kekerasan dan keterpurukan ekonomi. Sebelum 1968, PKI memanfaatkan ketertinggalan ekonomi warga dengan janji reformasi agraria.
Namun, setelah operasi penumpasan, justru lahan pertanian terbengkalai karena banyak petani terpengaruh PKI atau menjadi korban kekerasan.
Sekolah-sekolah ditutup sementara karena dianggap menjadi sarang propaganda PKI. Minimnya guru karena banyak yang dicurigai sebagai simpatisan komunis.
Atas tragedi itu, pemeritah memberikan program rehabilitasi dari Kodam Brawijaya, seperti pelatihan pertanian dan bantuan modal.
Pemerintah memberikan bantuan Pembangunan sekolah darurat guna mengembalikan akses pendidikan.
Sektor pertanian mendapatkan penyuluhan pertanian modern sebagai pengganti doktrin PKI tentang reformasi agraria.
Kini kondisi lahan pertanian Desa Bakung menjadi lahan pertanian subur dengan komoditas unggulan seperti padi dan jagung.
Generasi muda mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, meski masih tertinggal dibanding kota.
Wisata sejarah Monumen Trisula menjadi sumber penghasilan baru karena banyaknya pengunjung melakukan ziarah sekaligus penelitian. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.