Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Komunitas Lentera: Kumpulan Anak Muda Blitar Peduli Lingkungan, Kembangkan Aplikasi Digital untuk Bank Sampah

Alzena Beuty Metya • Kamis, 17 Juli 2025 | 20:00 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Anggota komunitas Lentera ketika berkunjung ke salah satu bank sampah sekaligus sosialisasi aplikasi Trashpay.
PEDULI LINGKUNGAN: Anggota komunitas Lentera ketika berkunjung ke salah satu bank sampah sekaligus sosialisasi aplikasi Trashpay.

BLITAR - Komunitas peduli lingkungan, Lentera, hadir membawa inovasi baru bagi pengelolaan sampah di Kota Blitar.

Dibentuk oleh tiga pemuda kreatif, komunitas ini tengah mengembangkan aplikasi digital bernama Trashpay untuk memudahkan masyarakat menyetorkan sampahya.

Komunitas Lentera berdiri sejak Februari 2024 lalu. Digagas oleh tiga anak muda kreatif yakni Herna Dhea Trio Putra, 22; Muhammad Raihan Tsany Azzura, 22; dan Kevin Surya Triadinata Wijaya, 22.

Gagasan mereka bermula dari keberhasilan menjuarai lomba Smart City yang digelar oleh salah satu dinas di Pemkot Blitar, yakni Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar.

Tidak berhenti di situ, setelah aplikasi yang mereka gagak menjadi pemenang, ketiga anak muda ini ingin memberikan aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Mereka kemudian mengajukan proposal inovasi aplikasi bank sampah ke Pertamina Foundation. Ternyata, ide mereka disambut baik dan berhasil mendapatkan pendanaan untuk kemudian mulai diwujudkan di Kota Blitar.

Nah, dari pengajuan proposal ini kemudian terwujud komunitas Lentera. Komunitas ini membuka kesempatan bagi anak-anak muda di Kota Blitar untuk bergabung sebagai relawan peduli lingkungan.

“Kami membuka volunter dan sekarang sudah ada kurang lebih 15 pemuda yang siap,” ujar salah satu penggagas Lentera, Raihan.

Komunitas ini juga aktif memperluas jangkauannya dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah bank sampah dan beberapa sekolah dasar yang sudah memiliki program bank sampah.

“Kami terus mencoba kerja sama dengan kelurahan dan sekolah yang memiliki bank sampah,” tuturnya.

Tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan dan mengintegrasikan aplikasi Trashpay. Mereka ingin aplikasi Trashpay bisa berfungsi sebagai dompet digital. Masyarakat bisa menukarkan sampah mereka menjadi koin di aplikasi, yang nantinya bisa ditukarkan di beberapa tempat nongkrong atau usaha di Kota Blitar.

Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Bahas Peluang Kerja Sama Koperasi Kelurahan Merah Putih dengan Perbankan

Meskipun aplikasi ini dinantikan oleh masyarakat, komunitas Lentera menyampaikan bahwa aplikasi ini belum bisa digunakan untuk saat ini.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa bank sampah di kota Blitar. Tapi, Trashpay masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan beberapa fitur. Kami berharap aplikasi ini akan diluncurkan di tahun ini,” ujar salah satu penggagas Lentera lainnya, Kevin.

Sementara itu, Herna mengaku bahwa aplikasi ini masih menemui kendala nonteknis.

Pasalnya saat survei di beberapa bank sampah menerima masukan dari warga terkait aplikasi yang mereka buat.

Beberapa bank sampah merasa sangat terbantu dengan aplikasi karena memudahkan input data jenis sampah yang disetor masyarakat. Jadi, mereka tidak perlu mencatat secara manual.

Ada juga yang kesulitan karena sebagian pengelola bank sampah masih gagap teknologi, khususnya memakai Trashpay. Apalagi, warga yang menyetor sampah didominasi kalangan lansia.

“Makanya ini kami masih terus sosialisasi sekaligus pendataan ke sejumlah bank sampah untuk mendapatkan masukan dan saran untuk aplikasi ini,” katanya. (*/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#smart city #aplikasi digital #komunitas #anak muda #blitar #masyarakat #sampah #Komunitas Lentera #Kota Blitar #Pemkot Blitar #Trashpay #peduli lingkungan