BLITAR— Polemik terkait pencairan PIP (Program Indonesia Pintar) kembali mencuat di kalangan orang tua siswa dan warganet. Hal ini dipicu oleh informasi terbaru dari channel YouTube "Gue Rahman" yang menyampaikan bahwa tanggal pencairan SK PIP kembali mundur, dari sebelumnya Mei 2025 menjadi Februari dan Maret 2025.
Kondisi tersebut membuat publik bertanya-tanya, terutama para orang tua penerima bantuan, mengapa pencairan PIP belum juga menunjukkan kejelasan jadwal. Padahal, bantuan tersebut sangat diharapkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dalam update videonya yang diunggah pada 12 Juli 2025, kreator konten “Gue Rahman” menyebutkan bahwa SK PIP terbaru 2025 justru menunjukkan revisi tanggal yang mengejutkan. Pihaknya mengakses laman pip.kemdikbud.go.id dan menemukan bahwa data SK pencairan terakhir justru menunjukkan kembali ke tanggal 28 Februari untuk SD-SMP, serta 7 Maret 2025 untuk jenjang SMA. Sebelumnya, SK SMA sempat menunjukkan tanggal 6 Mei 2025.
Baca Juga: Masih Ada Jalan Rusak di Desa Candirejo Blitar, Pengendara Wajib Hati-hati
Data yang Tak Konsisten, Publik Bingung
Dalam penjelasan yang ia sampaikan, Rahman menegaskan bahwa perubahan tanggal pencairan ini menambah keresahan para orang tua murid yang setiap hari mengecek pembaruan SK di laman Si Pintar. Banyak dari mereka yang awalnya optimistis dana akan cair dalam waktu dekat, justru kembali gamang setelah melihat tanggal yang dimundurkan.
"Sebelumnya sudah muncul update bahwa SK SMA bergeser ke tanggal 6 Mei 2025. Tapi sekarang malah kembali ke tanggal 7 Maret. Ini bikin bingung banget sih," kata Rahman dalam videonya yang telah ditonton puluhan ribu kali.
Di dashboard situs resmi PIP, SK nominasi terakhir ditandatangani pada 15 April 2025, sementara SK pemberian tercatat 13 Maret 2025. Hingga pertengahan Juli ini, belum ada penambahan update SK tahap baru selain dua dokumen tersebut.
Baca Juga: Masih Ada Jalan Rusak di Desa Candirejo Blitar, Pengendara Wajib Hati-hati
Tahun 2025 Masih Mandek di Tahap 12
Lebih jauh, Rahman juga menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun 2025 ini, SK nominasi dan pemberian PIP baru mencapai tahap 12. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai ratusan tahap.
"Kalau kita bandingkan, tahun-tahun lalu itu bisa sampai 300-an tahap. Tapi tahun ini baru tahap 12, artinya memang progresnya sangat lambat," ungkapnya.
Fenomena ini memunculkan dugaan adanya perlambatan administratif atau prioritas kebijakan yang berubah di tingkat pusat. Sayangnya, belum ada klarifikasi resmi dari Kemendikbud terkait fluktuasi jadwal pencairan dan minimnya pembaruan SK sejauh ini.
Baca Juga: Bayangan Jadi Manusia? Inilah Kisah Ajaib Bagong, Anak dari Bayangan Semar, Sang Punakawan
Netizen Serbu Media Alternatif untuk Cari Info
Minimnya informasi dari saluran resmi pemerintah membuat masyarakat ramai-ramai mengandalkan media alternatif seperti YouTube, TikTok, hingga grup WhatsApp komunitas orang tua siswa. Channel "Gue Rahman" menjadi salah satu yang viral karena menyampaikan update secara langsung dan rutin, bahkan dengan simulasi login ke sistem Si Pintar.
Di kolom komentar video, warganet terlihat aktif menanyakan status pencairan mereka masing-masing. Banyak dari mereka berasal dari kalangan ekonomi lemah dan menggantungkan harapan besar pada program ini.
"Anak saya sudah nunggu lama, tapi belum juga cair. Padahal SK-nya sudah muncul bulan lalu," tulis akun @putrimks dalam komentar yang disukai lebih dari 300 orang.
Baca Juga: Tim Satelit Kominfo Versi Budi Arie: Relasi Kuasa, Diskresi Jabatan, dan Struktur Bayangan
Perlu Transparansi dan Kejelasan Jadwal
Merespons kondisi ini, sejumlah aktivis pendidikan mengimbau pemerintah agar lebih transparan dalam menginformasikan perkembangan Program Indonesia Pintar. Selain untuk menghindari kesimpangsiuran, kejelasan juga penting untuk menghindari praktik perantara atau pungutan liar di tingkat bawah.
"Jika jadwal terus berubah dan tak ada info resmi, ini jadi celah bagi pihak tak bertanggung jawab mengambil keuntungan dari orang tua yang kebingungan," kata Nur Aini, penggiat literasi dari Blitar.
Ia juga mendorong Kemendikbud membuka kanal komunikasi yang mudah diakses oleh masyarakat untuk menanyakan status pencairan mereka, tanpa harus selalu bergantung pada media sosial yang kadang tak terverifikasi.
Baca Juga: Bongkar Skema Tier Judi Online: Dari Konsorsium hingga Marketing WA Bermodus 20 HP
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Rahman dalam akhir videonya memberikan beberapa tips praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk memantau pencairan PIP:
-
Rutin mengecek laman resmi pip.kemdikbud.go.id.
-
Gunakan NISN anak untuk memastikan apakah SK sudah masuk tahap nominasi atau pemberian.
-
Hindari menyebar informasi dari sumber yang belum diverifikasi.
-
Jangan memberikan data pribadi ke pihak tak dikenal.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu panik, karena menurutnya sistem PIP kerap mengalami keterlambatan, terutama pada periode transisi kebijakan pendidikan.Dengan banyaknya pihak yang menggantungkan harapan pada pencairan PIP, perubahan dan ketidakjelasan tanggal SK ini menjadi sorotan tajam. Jika tidak segera diperjelas, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap program bantuan pendidikan justru akan menurun.
Editor : Anggi Septian A.P.