BLITAR— Jumlah SK PIP 2025 yang diterbitkan hingga pertengahan tahun ini ternyata masih stagnan. Dalam penelusuran channel YouTube Gue Rahman, disebutkan bahwa hanya dua SK yang muncul sepanjang tahun: SK nominasi bertanggal 15 April 2025 dan SK pemberian bertanggal 13 Maret 2025.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan siswa penerima bantuan. Pasalnya, dalam praktik normal, tahapan pencairan PIP bisa mencapai ratusan SK dalam satu tahun. Namun, hingga Juli 2025, tahap SK baru mencapai tahap 12, baik untuk nominasi maupun pemberian.
Minimnya update SK ini menjadi sorotan publik, karena berpotensi membuat proses bantuan pendidikan mandek, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang sangat menggantungkan dana dari Program Indonesia Pintar (PIP).
Baca Juga: Hari Ini dan Besok Matahari Melintas di Atas Kakbah, Ini Penjelasan MUI Kabupaten Blitar
Jauh di Bawah Standar Tahun Sebelumnya
Dalam videonya yang tayang pada 12 Juli 2025, Gue Rahman menjelaskan bahwa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perkembangan SK PIP tahun ini tergolong sangat lambat. Pada tahun-tahun sebelumnya, proses pencairan dapat mencapai hingga 300-an tahap untuk satu tahun ajaran.
"Biasanya itu tiap bulan ada saja SK baru yang terbit. Tapi tahun ini, sampai sekarang, baru dua yang muncul. Baik nominasi maupun pemberian, dua-duanya masih mentok di tahap 12," ujar Rahman.
Bagi para penerima bantuan, keterlambatan ini bukan sekadar soal teknis administrasi, tapi berdampak langsung terhadap kelangsungan pendidikan anak. Banyak keluarga yang sudah mengandalkan dana PIP untuk membeli perlengkapan sekolah, seragam, hingga ongkos transportasi harian.
Data dari Dashboard Si Pintar
Dalam tayangan video, Rahman juga menunjukkan simulasi pengecekan langsung di situs resmi pip.kemdikbud.go.id. Setelah login ke dashboard sistem Si Pintar, hanya dua SK yang terlihat aktif sepanjang 2025. SK nominasi terakhir adalah tertanggal 15 April 2025, sementara SK pemberian tercatat pada 13 Maret 2025.
Rahman menyebutkan bahwa informasi ini sudah dicek ulang beberapa kali dan tidak berubah. Bahkan, tanggal yang sebelumnya sempat muncul sebagai pembaruan — seperti 6 Mei 2025 — justru hilang dan kembali mundur ke Maret.
"Banyak orang tua yang sempat senang karena tanggal SK naik jadi Mei. Tapi begitu dicek lagi, malah balik ke Maret. Ini bikin bingung," tambahnya.
Baca Juga: Warung Nasi Pecel Legendaris Mak As di Gang Sempit Kota Blitar Ini Jadi Langganan Para Pelajar
Kenapa SK PIP Bisa Seret?
Minimnya pembaruan SK PIP memunculkan sejumlah spekulasi. Ada yang menduga bahwa proses input dan verifikasi dari sekolah mengalami hambatan. Ada pula yang mencurigai adanya penyesuaian sistem internal di Kemendikbud atau pemangkasan anggaran.
Namun, hingga artikel ini terbit, belum ada pernyataan resmi dari pihak kementerian terkait penyebab keterlambatan dan minimnya jumlah SK PIP yang terbit di tahun 2025.
Sejumlah pemerhati kebijakan pendidikan mendesak agar ada klarifikasi yang terbuka dari pemerintah. Transparansi diperlukan agar masyarakat tidak terus dibayangi ketidakpastian, dan agar tidak muncul penyebaran hoaks dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Bayangan Jadi Manusia? Inilah Kisah Ajaib Bagong, Anak dari Bayangan Semar, Sang Punakawan
Warga Andalkan Channel Alternatif
Dengan minimnya informasi dari saluran resmi, masyarakat akhirnya lebih mempercayai konten dari channel YouTube seperti Gue Rahman. Meski bukan pihak pemerintah, namun konsistensinya dalam memberikan update dan menampilkan bukti konkret di dashboard resmi membuat banyak orang tua lebih percaya.
Video Rahman tersebut bahkan dibanjiri komentar dari warganet yang merasa senasib. Banyak yang menyampaikan kekecewaan karena anaknya belum mendapat bantuan meski sudah memenuhi syarat dan masuk daftar nominasi sejak awal tahun.
"Kalau gak ada channel Bang Rahman, kita gak tahu info apa-apa. Di sekolah juga belum ada kabar apa-apa," tulis salah satu pengguna YouTube di kolom komentar.
Harapan dan Langkah Lanjutan
Sebagai solusi jangka pendek, Gue Rahman mengimbau para orang tua untuk tidak panik dan terus memantau laman PIP resmi secara berkala. Ia juga menyarankan agar orang tua menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah terkait update data siswa.
Tips yang disarankan:
-
Cek NISN anak secara berkala di dashboard PIP.
-
Pastikan nomor rekening yang terdaftar masih aktif.
-
Konfirmasi ke sekolah jika ada perubahan data domisili atau status kepesertaan.
Rahman menegaskan bahwa proses PIP memang kadang berjalan lambat, namun tetap bisa dipantau selama masyarakat tahu cara akses informasi yang benar.Minimnya SK PIP 2025 yang terbit hingga pertengahan tahun menjadi tanda tanya besar. Jika biasanya tahapan mencapai ratusan, kini baru tahap 12 yang aktif. Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem distribusi bantuan pendidikan agar lebih tepat waktu dan akuntabel.
Editor : Anggi Septian A.P.