BLITAR — Kabar baik bagi masyarakat Blitar dan sekitarnya! Pemerintah kembali menyalurkan bansos tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) pada Senin, 14 Juli 2025. Penyaluran ini mencakup dua program bantuan utama, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau yang lebih dikenal sebagai bantuan sembako senilai Rp600 ribu per keluarga.
Pencairan bansos tunai ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Blitar Raya.
Penyalurannya melalui beberapa jalur, seperti langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), pengambilan di kantor pos, hingga pencairan manual di kantor desa setempat. Masyarakat diminta untuk segera mengecek status penerimaan mereka, baik melalui notifikasi resmi dari Kemensos maupun undangan pencairan yang dikirimkan langsung.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bansos tunai ini tetap mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Artinya, hanya masyarakat yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat komponen yang akan menerima bantuan tersebut.
PKH Tahap II Cair: Siapa Saja yang Berhak?
Program Keluarga Harapan atau PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang disalurkan kepada keluarga kurang mampu yang memiliki salah satu atau lebih dari enam komponen yang ditetapkan oleh pemerintah. Komponen tersebut antara lain:
-
Ibu hamil/menyusui
-
Anak usia dini (balita)
-
Anak usia sekolah (SD, SMP, SMA)
-
Lansia
-
Penyandang disabilitas berat
-
Anak yatim/piatu dalam asuhan keluarga
Besaran bantuan PKH bervariasi, tergantung jumlah dan jenis komponen yang dimiliki keluarga penerima manfaat. Misalnya, ibu hamil bisa mendapatkan bantuan hingga Rp750.000 per tahap, sedangkan anak sekolah jenjang SMA bisa menerima Rp500.000 per tahap.
Pencairan PKH Tahap II ini dilakukan melalui rekening KKS yang sudah dimiliki oleh masing-masing penerima. Namun bagi yang belum memiliki atau rekeningnya tidak aktif, pencairan dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan membawa surat undangan, KTP, dan Kartu Keluarga.
Baca Juga: Dua Destinasi Wisata di Blitar Ramai Dikunjungi Selama Libur Panjang Sekolah
Bansos Sembako Rp600 Ribu Juga Ikut Cair
Selain PKH, bantuan sembako juga mulai dicairkan secara bersamaan. Bantuan yang dikenal dengan istilah BPNT ini diberikan kepada keluarga penerima manfaat dalam bentuk bansos tunai senilai Rp600.000 untuk periode pencairan kali ini.
Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pangan yang kian meningkat. Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli sembako seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran melalui e-warong atau pasar tradisional.
Sama seperti PKH, pencairan bantuan sembako juga dilakukan melalui KKS atau PT Pos Indonesia. Masyarakat diimbau untuk mengecek kembali status bantuan mereka di laman resmi Kemensos atau bertanya langsung ke petugas desa untuk memastikan apakah mereka terdaftar sebagai penerima bansos sembako.
Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Bahas Peluang Kerja Sama Koperasi Kelurahan Merah Putih dengan Perbankan
Wajib Terdaftar di DTKS
Salah satu syarat utama untuk menerima PKH maupun BPNT adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial, termasuk bansos tunai.
DTKS memuat data warga miskin dan rentan miskin berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Oleh karena itu, masyarakat yang belum terdaftar di DTKS disarankan segera mengurus pendaftaran melalui RT/RW atau kantor kelurahan/desa dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP dan KK.
Pemerintah daerah secara berkala melakukan pembaruan data DTKS agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Mekanisme Pencairan: KKS dan PT Pos Indonesia
Terkait proses pencairan bansos tunai, pemerintah menyediakan dua skema utama yang bisa digunakan oleh masyarakat, yakni melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan PT Pos Indonesia.
-
KKS (Kartu Keluarga Sejahtera):
Bagi penerima yang sudah memiliki KKS aktif, dana akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing dan bisa diambil melalui mesin ATM atau EDC di e-warong. -
PT Pos Indonesia:
Bagi yang belum memiliki rekening atau KKS-nya tidak aktif, pencairan dilakukan secara tunai di kantor pos. Penerima akan mendapatkan undangan pencairan yang mencantumkan tanggal, waktu, dan lokasi pengambilan. Jangan lupa membawa undangan asli, KTP, dan KK saat mencairkan bantuan.
Gunakan Bantuan dengan Bijak, Jangan Disalahgunakan
Kementerian Sosial mengingatkan seluruh penerima bansos tunai agar memanfaatkan bantuan dengan bijak, sesuai peruntukannya. Pemerintah telah mengeluarkan peringatan tegas bahwa bansos tidak boleh digunakan untuk kegiatan konsumtif yang tidak produktif, seperti judi online, rokok, atau barang mewah.
Jika ditemukan penyalahgunaan, bantuan bisa dihentikan dan dialihkan kepada warga lain yang lebih berhak. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk saling mengawasi dan melaporkan jika terdapat indikasi penyimpangan dalam penggunaan bansos.
Baca Juga: Ketika Paus Judi Online Bangkrut: Hotel Lenyap, 1 Miliar Sekali Main!
Cek Nama Anda dan Jangan Lewatkan Jadwal Pencairan
Masyarakat diimbau untuk segera mengecek status penerima bansos tunai melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau dengan menanyakan ke kantor desa/kelurahan setempat. Jangan sampai ketinggalan jadwal pencairan karena bantuan hanya bisa diambil sesuai waktu yang ditentukan.
Bagi yang belum menerima bantuan kali ini, tetap bersabar. Proses pencairan dilakukan bertahap, dan selama Anda terdaftar di DTKS, peluang menerima bantuan tetap terbuka.
Editor : Anggi Septian A.P.