BLITAR – Serangan hama tikus dan burung membuat sebagian petani padi di wilayah Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, harus merasakan gagal panen.
Padahal umur padi sudah mendekati masa panen.
Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, banyak petani yang menjadikan tanaman padi untuk pakan ternak, baik untuk kebutuhan sendiri maupun dijual.
Di Desa Tambakan, sepekan terakhir banyak petani yang mempercepat pemotongan tanaman padi.
Kondisi itu dilakukan karena terpaksa, sebab bulir padi dalam kondisi tidak utuh lagi dan kosong.
Dampak serangan hama tikus dan burung emprit sangat dirasakan para petani yang harus mengalami kerugian. Hasil panen tidak didapatkan dan tanaman padi hanya bisa dijadikan pakan ternak.
Zaenuri, petani setempat mengungkapkan, bersama petani lainnya dia mengantisipasi serangan hama dengan rutin memeriksa kondisi sawah, memburu tikus, memasang jaring untuk menghalau burung emprit, hingga menggelar selamatan dan doa bersama agar hasil panen musim tanam ini bisa maksimal.
“Beberapa waktu lalu tikus sempat banyak, usai bekas lahan jagung digarap untuk tanaman padi, tikusnya keluar. Semoga tidak menyerang lagi,” jelasnya.
Di lain sisi, ada petani yang menjual tanaman padi yang gagal panen untuk kebutuhan pakan ternak.
Yulianto, petani asal Desa Kotes, menjadi salah satu yang membeli tanaman padi gagal panen. Setidaknya, saat ini ada tujuh titik lahan padi gagal panen yang dibeli untuk kebutuhan pakan ternak.
Seperti kemarin, saat memotong tanaman padi di Desa Tambakan, umurnya jika normal tinggal sekitar 15 hari lagi untuk penan.
Namun, karena bulir padi sudah rontok dan banyak yang kosong, pemilik memilih untuk menjualnya.
“Ya pasti rugi, kalau rusak seperti ini hanya bisa dijadikan pakan ternak,” ungkapnya.
Dari pengalaman para petani, tikus maupun burung emprit saat ini lebih pintar dan berani.
Karena jumlahnya banyak, didekati para petani tikus tidak langsung pergi dan terkadang masih menikmati padi-padi muda yang disasarnya.
Begitu juga burung emprit, meski sudah dihalau dengan jaring di permukaan tanaman padi, rombongan burung masih bisa menyasar bulir-bulir padi yang masih muda.
“Burung bisa lewat samping atau sambungan jaring,” jelas Yulianto. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah