Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Nikmatnya Es Serut Legendaris Mbah Karyani Kota Blita yang Tetap Eksis

Alzena Beuty Metya • Minggu, 20 Juli 2025 | 02:00 WIB
NIKMAT: Mbah Karyani  saat melayani pelanggan setia di lapak sederhananya di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jumat (18/7/2025).
NIKMAT: Mbah Karyani saat melayani pelanggan setia di lapak sederhananya di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jumat (18/7/2025).

BLITAR - Di tengah gempuran aneka minuman kekinian, ada satu minuman kesegaran yang tak lekang oleh waktu di Kota Blitar.

Apalagi jika dinikmati di tengah cuaca yang terik. Ada es serut dawet Mbah Karyani yang tetap eksis meski diterpa perkembangan zaman.

Dengan gerobak sederhananya, Mbah Karyani setia menyajikan minuman legendaris yang terus dirindu banyak orang di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Yang dijual Mbah Karyani adalah es seru, dengan isian klasik dan selalu bikin kangen, yakni blewah, cincau hitam, buah pakel, dan tentu saja dawet.

Semua bahan itu disiram dengan kuah santan dan gula merah, lalu disempurnakan dengan es batu yang diserut manual.

Seiring waktu, Mbah Karyani menambah menu pendamping, yaitu gorengan hangat buatan ia dan istrinya, menjadi kombinasi sempurna di tengah cuaca panas.

Sosok kakek berusia 80 tahunan yang kulitnya sudah mulai keriput dimakan usia, namun semangatnya untuk berjualan tak pernah padam.

Baginya, berjualan bukan lagi semata soal mencari nafkah, melainkan cara untuk mengisi hari tuanya dengan kegiatan yang ia sukai.

Senyumnya yang ramah selalu menyambut setiap pembeli yang datang.

Jika ingin mencicipi es legendaris ini, datang saja ke lapak sederhana Mbah Karyani.

Lokasi tepatnya berada di sebelah barat traffic light simpang empat Kelurahan Tanggung.

Dulu, ia sempat memulai usahanya di sekitar Pasar Legi sebelum akhirnya menetap di lokasi yang sekarang.

Mbah Karyani mulai mendorong gerobaknya dan siap melayani pembeli setiap hari mulai pukul 11.30 WIB.

Dia setia menunggu para pelanggan yang kehausan hingga pukul 17.00 WIB.

Waktu yang pas untuk mencari pelepas dahaga setelah beraktivitas seharian.

Di usia yang tak lagi muda, Mbah Karyani mengaku tetap berjualan karena ingin mengisi waktu luangnya.

Ia merasa lebih bersemangat dan sehat dengan terus bergerak dan berinteraksi dengan banyak orang.

Semangat inilah yang menjadi resep rahasia mengapa es dawetnya bisa terus bertahan dan dicintai hingga sekarang.

Kisah Mbah Karyani berjualan es serut ini cukup unik. Awalnya, ia diajak dan diajari oleh temannya yang berasal dari Malang.

"Dulu itu saya diajak teman saya yang jualan es dari Malang, disuruh belajar bikin es serut. Akhirnya, saya coba jualan terus sampai sekarang," ujar Mbah Karyani sambil tersenyum.

Dulu ia membuat semua bahannya sendiri, termasuk dawet.

Namun, karena faktor usia, kini ia membeli dawet jadi di pasar. Untuk es batu pun, sang anaklah yang membantunya membeli dan membawakan.

"Es batunya, dibelikan anak saya, soalnya saya kalau belanja naik sepeda onthel jadi tidak bisa bawa," ujarnya kepada Radar Blitar.

Dari awalnya memikul dagangan, kini ia memakai gerobak sederhana.

Perjuangan dan adaptasinya inilah yang membuat segelas es serut dawet Mbah Karyani terasa lebih dari sekadar minuman, tetapi juga sebuah cerita tentang semangat dan kegigihan. (mg3/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#gerobak #minuman #kuliner #Mbah Karyani #legendaris #Eksis #es serut #Kota Blitar