BLITAR – Tiga pekan diserbu ribuan pendaki dari berbagai daerah saat libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Kelud melalui Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ditutup enam hari untuk perawatan jalur pendakian.
Usai pembenahan jalur tuntas, jalur pendakian kembali dibuka dan siap didatangi pendaki, mulai Minggu (20/7/2025).
Dalam masa perawatan jalur pendakian, petugas dari basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo menutup jalur pendakian selama enam hari, mulai Senin (14/7) hingga Sabtu (19/7/2025).
Ada agenda mengecek kondisi jalur, tali-tali pengaman, membersihkan sampah yang tertinggal, hingga mengecek kondisi tangga yang terpasang di jalur pendakian.
Di jalur pendakian dari Desa Karangrejo terdapat 8 titik tangga, seperti di jalur lama ada 4 tangga, dan jalur baru naik 2 tangga, serta turun 2 tangga.
Perawatan jalur pendakian tersebut sebagai persiapan menyambut datangnya musim pendakian berikutnya yang diperkirakan berlangsung dalam momen Agustusan.
Sebab, puncak Gunung Kelud menjadi salah satu tempat yang rutin digelar upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di atas ketinggian.
“Iya, mulai hari ini (kemarin, Red) sudah dibuka lagi,” jelas Koordinator Basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, Aris Tiono.
Selama ini, pesona yang ditawarkan puncak Gunung Kelud menjadi daya tarik para pendaki.
Ada tujuh titik puncak yang bisa dijangkau dari jalur pendakian Desa Karangrejo, mulai puncak Lembusuro, puncak Sumbing, puncak Panama, puncak Wisanggeni, puncak Balai Martiyu, puncak Kawah, hingga puncak Sejati.
Para pendaki harus melewati empat pos pendakian untuk menuju puncak Lembusuro dengan jalur sepanjang 4,2 kilometer, dengan estimasi waktu tempuh normal sekitar 3-4 jam.
Baca Juga: Mengenal Patria Trail Run: Pilih Tanah Berbatu dan Menanjak
Berdasarkan data basecamp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, hingga Minggu (13/7/2025), tercatat sebanyak 4.662 pendaki dari berbagai daerah yang mendaftarkan diri.
Tercatat, selama liburan, puncak kedatangan pendaki terjadi pada Sabtu (5/7) dan Minggu (6/7/2025) lalu, yakni masing-masing sebanyak 389 pendaki dan 485 pendaki dalam sehari. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah