Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bukan Cuma Kolesterol Tinggi, Ini Pemeriksaan Lain yang Bisa Selamatkan Nyawamu

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Selasa, 22 Juli 2025 | 05:00 WIB

bukan cuma kolesterol tinggi
bukan cuma kolesterol tinggi

BLITAR - Sudah cek kolesterol? Bagus. Tapi tunggu dulu, jangan langsung lega.

Banyak yang menganggap cek kolesterol cukup, padahal risiko penyakit jantung dan pembuluh darah jauh lebih kompleks dari sekadar angka LDL atau HDL.

Apalagi di era modern seperti sekarang, penyakit jantung kian banyak menyerang usia muda, termasuk di kota-kota seperti Blitar.

Sayangnya, kesadaran akan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh masih rendah.

Banyak orang hanya mengandalkan pemeriksaan rutin tahunan yang minim, tanpa mengetahui bahwa ada tes-tes lain yang bisa secara signifikan menyelamatkan nyawa—jika dilakukan tepat waktu.

Kolesterol Penting, Tapi Tidak Cukup

Bukan berarti pemeriksaan kolesterol tidak penting. Justru sebaliknya, kolesterol adalah indikator awal yang sangat membantu dalam mendeteksi risiko penyumbatan pembuluh darah.

Namun, jika hanya itu yang dicek, maka kamu melewatkan banyak potensi masalah lain yang tersembunyi.

Menurut Dr. Vito Anggarino Damay, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang juga aktif mengedukasi masyarakat lewat media sosial, penyakit jantung bukan hanya urusan lemak darah.

“Kalau hanya cek kolesterol, itu ibarat menilai sebuah rumah dari warna cat tembok luarnya saja. Padahal, yang berbahaya bisa saja ada di dalam: retakan struktur, kebocoran pipa, korsleting listrik,” jelasnya.

Tes Lain yang Sering Terlupakan

Berikut adalah pemeriksaan penting selain kolesterol yang seharusnya dilakukan secara berkala, terutama bagi yang sudah berusia di atas 20 tahun, punya gaya hidup sedentari, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

1. HbA1c – Deteksi Gula Darah Rata-Rata

HbA1c mengukur rata-rata kadar gula darah dalam 2–3 bulan terakhir. Ini jauh lebih akurat dibanding hanya memeriksa gula darah puasa sesekali.

“Banyak orang yang mau medical check-up tiba-tiba puasa seminggu biar hasilnya bagus. Tapi HbA1c enggak bisa ditipu,” terang dr. Damais.

Gula darah tinggi yang tidak terkontrol bisa merusak dinding pembuluh darah, mempercepat penumpukan plak, dan akhirnya memperbesar risiko serangan jantung serta stroke.

2. Treadmill Test – Simulasi Kerja Jantung Saat Aktivitas

Pemeriksaan ini dilakukan dengan berjalan di atas treadmill sambil direkam aktivitas listrik jantungnya (EKG). Treadmill test penting untuk mengetahui apakah jantung mampu mengimbangi kebutuhan tubuh saat beraktivitas.

Cocok untuk:

1. Orang yang sering lelah cepat

2. Punya nyeri dada saat aktivitas

3. Punya riwayat jantung di keluarga

Di Blitar, RSUD Mardi Waluyo dan beberapa klinik jantung sudah menyediakan fasilitas treadmill test, biasanya dalam paket pemeriksaan jantung menyeluruh.

3. Echocardiography (USG Jantung)

Ini adalah ultrasonografi jantung yang bisa memperlihatkan struktur jantung secara langsung. Bisa mendeteksi:

1. Kebocoran katup

2. Gangguan fungsi pompa

3. Pembesaran ruang jantung

4. Kelainan bawaan

Tidak menyakitkan dan tidak memakai radiasi, echocardiography seringkali menjadi pemeriksaan lanjutan jika ditemukan hasil tidak normal di EKG atau hasil rontgen dada.

4. EKG (Elektrokardiogram) – Deteksi Irama Jantung

Ini sebenarnya pemeriksaan yang sangat mudah dan murah, tetapi sering diabaikan karena merasa “baik-baik saja.”

Padahal, aritmia atau gangguan irama jantung bisa muncul tanpa gejala, dan bisa menjadi penyebab utama kolaps mendadak pada usia muda. Cukup dengan pemasangan elektroda beberapa menit, dokter bisa tahu apakah jantung berdetak dengan irama yang stabil.

Kisah Nyata: Merasa Sehat Tapi Ternyata Jantung Bermasalah

Lina (29), warga Kecamatan Sananwetan, Blitar, mengaku pernah meremehkan kondisi tubuhnya karena merasa "masih muda dan bugar".

Namun setelah mengalami pusing saat naik tangga dan sesak napas ringan, ia memutuskan melakukan check-up.

Hasilnya mengejutkan. EKG-nya menunjukkan adanya kelainan irama jantung, dan echo menemukan katup jantungnya tidak menutup sempurna.

Kini, ia menjalani pengobatan rutin dan berolahraga dengan lebih terkontrol.

“Saya pikir dulu cukup cek kolesterol aja, ternyata enggak. Untung saja ketahuan sebelum terlambat,” ujarnya.

Cek Kesehatan Itu Investasi, Bukan Pengeluaran

Banyak orang berpikir bahwa check-up menyeluruh itu mahal dan ribet. Tapi bila dibandingkan dengan biaya pengobatan serangan jantung akut atau pasang ring, biaya pemeriksaan preventif sebenarnya sangat jauh lebih murah.

“Kalau bisa dicegah dengan cek HbA1c atau treadmill, kenapa harus tunggu sampai masuk IGD dan pasang alat bantu jantung?” ujar dr. Damais.

Beberapa klinik di Blitar kini juga sudah menawarkan paket cek jantung mulai Rp200.000-an, termasuk EKG, kolesterol, dan gula darah.

Puskesmas pun perlahan mulai menyediakan edukasi dan skrining awal risiko jantung untuk warga.

Kesimpulan: Jangan Cuma Fokus di Kolesterol

Banyak yang menganggap cek kolesterol cukup, tapi kenyataannya tidak demikian. Jantung bisa rusak diam-diam tanpa tanda, dan hanya bisa diketahui lewat berbagai pemeriksaan yang saling melengkapi. Jika kamu:

1. Merokok

2. Jarang olahraga

3. Makan tinggi lemak dan gula

4. Stres berat

5. Memiliki keluarga dengan riwayat jantung atau stroke

maka kamu sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih dari sekadar kolesterol.

Mulai Dari Sekarang, Selamatkan Dirimu Sendiri. 

Cek kesehatan bukan hanya soal tahu angka. Ini soal tahu apa yang bisa kamu cegah sebelum terlambat.

Jadi, jangan hanya puas dengan hasil kolesterol normal. Periksa jantungmu secara menyeluruh, dan pastikan kamu hidup panjang untuk mereka yang kamu sayangi.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#bisa #menyelamatkan #Dr Vito Anggarino Damay #pemeriksaan #tinggi #pemeriksaan kesehatan #cuma #Bukan #ldl #hdl #Lain #kolesterol