Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Melihat Perkembangan Ekskavasi Situs Candi Gedog Blitar Setelah Dua Tahun Tertunda, Ini Target Disbudpar

M. Subchan Abdullah • Jumat, 25 Juli 2025 | 21:00 WIB
Melihat Perkembangan Ekskavasi Situs Candi Gedog Blitar Setelah Dua Tahun Tertunda, Ini Target Disbudpar
Melihat Perkembangan Ekskavasi Situs Candi Gedog Blitar Setelah Dua Tahun Tertunda, Ini Target Disbudpar

BLITAR - Ekskavasi Situs Candi Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, belum bisa dilanjutkan tahun ini. Efisiensi anggaran menjadi salah satu kendalanya.

Setidaknya sudah empat kali situs diduga peninggalan masa Majapahit itu dilakukan ekskavasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.

Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan lebih jauh terkait situs Candi Gedog harus bisa bersabar. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) tahun ini belum bisa melanjutkan ekskavasi. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebabnya.

Meski begitu, disbudpar berupaya maksimal untuk menjaga situs tersebut agar tidak sampai rusak. Dinas sudah menerjunkan beberapa personel untuk menjaga situs tersebut secara bergantian.

”Insya Allah 24 jam dijaga. Apalagi, warga setempat juga ada yang ikut menjaga situsnya,” terang Kepala Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono, Kamis (24/7/2025).

Disbudpar sebenarnya memiliki keinginan untuk melanjutkan ekskavasi situs candi peninggalan masa Majapahit tersebut.

Namun, efisiensi anggaran yang dilaksanakan tahun ini membuat rencana itu harus tertunda. Di samping, dinas juga masih terkendala sewa lahan milik warga.

Ekskavasi Candi Gedog sudah memasuki tahap keempat. Terakhir dilakukan pada 2023 oleh BPK Wilayah XI Jawa Timur. Ekskavasi tahap keempat lalu itu fokus pada penggalian struktur di luar pagar candi sebelah barat.

Hasilnya, tim BPK menemukan sisa struktur bangunan dan reruntuhan atap di luar pagar candi. Tim menduga struktur tersebut merupakan bagian dari bangunan atap genting yang memiliki kaitan erat dengan Candi Gedog.

Bisa jadi bangunan beratap genting itu merupakan bangunan untuk mempersiapkan ritual keagamaan.

Ekskavasi tahap keempat kala itu dipimpin langsung oleh Nugroho Harjo Lukito. Dia bertindak sebagai ketua tim ekskavasi Candi Gedog yang berlangsung selama 10 hari itu. Namun, ekskavasi tersebut belum bisa menguak secara utuh mengenai situs Candi Gedog.

Meskipun tertunda tahun ini, disbudpar tetap berupaya keras untuk bisa melanjutkan ekskavasi Situs Candi Gedog. Sebab, ekskavasi situs candi tersebut bagian dari pelestarian cagar budaya.

”Tentunya kami berkomitmen untuk melestarikan situs cagar budaya Candi Gedog ini. Situs ini merupakan warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi masa depan,” ujarnya.

Jika tidak ada aral melintang, disbudpar berencana melanjutkan ekskavasi situs Candi Gedog di tahun depan. Jika terealisasi, ekskavasi yang dilakukan tahun depan itu merupakan yang kelima.

”Ya, rencananya kami lanjutkan lagi di tahun depan. Kami belum bisa memastikan berapa kesiapan anggarannya,” ungkap Edy.

Keberadaan situs Candi Gedog tersebut diharapkan menjadi destinasi anyar di Bumi Bung Karno. Situs bersejarah itu bakal menambah koleksi objek wisata. Pemkot Blitar terus berupaya maksimal untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan sejumlah program.

“Pengembangan di sektor pariwisata ini sudah menjadi komitmen kami. Melalui program-program di bidang budaya dan pariwisata, kami ingin menjadikan wisatawan atau pengunjung dari luar daerah merasa aman dan nyaman berwisata di sini. Tentunya dengan mengedepankan sikap yang ramah,” tandasnya. (*/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#candi gedog #blitar #ekskavasi #Disbudpar #perkembangan