BLITAR - Perjuangan panjang atlet pencak silat pelajar asal Kota Blitar, Naila Ageng Qurotu’aini, berbuah manis. Siswi SMAN 3 Blitar itu berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Jawa Timur 2025 yang digelar di Kota Malang pada 22–23 Juli lalu.
Naila – sapaan akrabnya – tampil di kategori seni tunggal yang diikuti 37 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim).
Meski baru duduk di bangku kelas XI, dia mampu bersaing dengan atlet-atlet senior yang sebagian besar berasal dari kelas 12.
"Target awal sebenarnya emas, tapi raihan perunggu ini sudah cukup membanggakan. Lawan-lawan terberat datang dari Kota Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Mereka lebih senior dan pengalamannya juga lebih banyak,” ujar Naila kepada Koran ini, Sabtu (26/7/2025).
Warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, ini mempersiapkan untuk O2SN sejak jauh-jauh hari.
Bahkan, Naila mengaku telah berlatih secara serius selama dua hingga tiga tahun terakhir. Tak hanya latihan fisik, dia juga mengimbanginya dengan kekuatan doa.
Sebelum bertanding di tingkat provinsi, Naila lebih dulu menyabet juara pertama di O2SN tingkat Kota Blitar pada Maret 2025. Kemenangan itulah yang mengantarkannya ke ajang provinsi.
Selain O2SN, Naila juga turun di ajang porprov tahun ini. Namun, keberuntungan belum berpihak padanya. Setelah menumbangkan atlet Trenggalek di penyisihan, dia harus terhenti usai dikalahkan oleh atlet Bangkalan.
Namun, pencapaian itu menjadi pengalaman berharga baginya karena pertama kali ikut ajang ini.
“Target berikutnya tentu O2SN tahun depan dan porprov dua tahun lagi bisa mendapatkan emas. Karena saya masih kelas XI, masih ada satu kesempatan lagi untuk ikut O2SN sehingga bisa membalaskan kekalahan,” tegasnya.
Perjalanan Naila di dunia pencak silat sudah dimulai sejak kelas 4 SD. Awalnya, dia fokus di kategori laga, tapi sejak kelas 8 SMP mulai beralih ke seni.
Baca Juga: Gagal Dapat KIP Kuliah? Ini 5 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Saat Daftar
Pilihan itu terbukti tepat karena potensi dan perkembangannya lebih menonjol di kategori seni.
Naila berharap pencapaiannya ini bisa menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi di bidang olahraga, khususnya pencak silat.
Dengan semangat yang terus menyala, dia optimistis bisa naik podium lebih tinggi tahun depan.
"Kalau di laga terasa mentok, tapi di seni, saya merasa lebih berkembang. Apalagi pelatih juga melihat saya lebih cocok di sini. Lalu, bisa membawa medali di semua ajang,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah