BLITAR - Usai sukses mengemban tugas sebagai pengibar bendera pada peringatan HUT Ke-79 RI tahun lalu, para Purna Paskibraka Kota Blitar kini bersiap menjalankan tanggung jawab baru.
Ya, mereka diangkat sebagai Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), sesuai program dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar, Toto Robandiyo menjelaskan, seluruh purna paskibraka diwajibkan mengikuti pelatihan pembinaan sebagai bagian dari transformasi mereka menjadi Duta Pancasila.
"Ini adalah kelanjutan dari tugas mereka. Setelah menyelesaikan misi pengibaran bendera pada 17 Agustus 2024 lalu, mereka diberi mandat baru untuk menjadi agen penanaman nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat," ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Setidaknya ada 76 purna paskibraka yang telah mengikuti pembinaan di kantor Bakesbangpol Kota Blitar. Mereka kini siap menjalankan peran sebagai Duta Pancasila yang ditugaskan menyebarluaskan nilai-nilai luhur ideologi bangsa, baik di lingkungan sekolah, tempat tinggal, maupun komunitas masyarakat lainnya.
"Tak hanya sekadar menyampaikan nilai-nilai Pancasila, mereka juga diharapkan menjadi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi teladan dan agen perubahan positif," imbuhnya.
Program ini selaras dengan misi BPIP untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda.
Duta Pancasila diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dengan pendekatan yang kekinian dan dekat dengan realita sosial.
Sementara itu, persiapan paskibraka tahun ini juga terus dimaksimalkan. Toto menyebut proses seleksi anggota paskibraka telah tuntas dilakukan.
Latihan perdana dijadwalkan dimulai pada 23 Juli hingga menjelang hari-H pelaksanaan.
Latihan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI ke-80 yang bakal digelar di Alun-Alun Kota Blitar.
"Latihan fisik, kedisiplinan, serta pemantapan baris-berbaris akan kami fokuskan. Mereka akan menjadi simbol semangat nasionalisme dan patriotisme di hadapan publik," pungkasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah