BLITAR - Pemuda warga Kelurahan/Kecamatan Nglegok ini sukses membawa nama harum daerah kelahirannya, Blitar. Keberanian dan keterampilan yang Bagus Wahyu Dermawan kembangkan sejak kecil membawanya pada prestasi yang membanggakan di ajang Putra Putri Pariwisata Nusantara Jawa Timur 2025.
Potensi menjadi anak berbakat itu sudah terlihat sejak dia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Tak jarang dia bawa pulang beberapa penghargaan sejak SD.
Sejak kecil, Bagus - sapaan akrabnya - memang sudah aktif dalam perlombaan dan komunitas. Semua dimulai dari ajang perlombaan di bidang public speaking yang membawanya semakin tertarik untuk terus mengembangkan.
"Awal ikut perlombaan itu pidato, monolog, puisi, sama MSQ. Semua bidang lombanya bergerak di public speaking dan sudah terbiasa, jadi masih terus belajar dan berproses," tutur Bagus kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (27/7/2025).
Bermodalkan keberanian dan keterampilan, Bagus mulai menyelami dunia kedutaan di bangku perkuliahan. Menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), di sinilah ia memulai terjun dalam pemilihan duta kampus dan berhasil mengukir namanya sebagai Duta Intelegensia UIN SATU 2025.
Langkah inilah yang menjadi tonggak awal Bagus mengembangkan public speaking dan keterampilannya dalam dunia seni, khususnya seni teater. Lewat potensinya dalam dunia teater tersebut, dia berhasil membentuk komunitas teater.
Melalui kemampuan yang terus dia asah, alhasil Bagus mampu menyandang gelar Top 7 Putra Putri Pariwisata Nusantara Jawa Timur 2025, Best Talent Putra Putri Pariwisata Nusantara Jawa Timur 2025, dan Runner Up 4 Putra Putri Pariwisata Nusantara Jawa Timur 2025.
Tak puas begitu saja, Bagus masih mempersiapkan diri untuk pemilihan Duta Budaya Jawa Timur 2025 pada Agustus mendatang. Dukungan dari kedua orang tuanya dan semangat yang terus membara dalam diri Bagus menjadi inspirasi anak muda zaman sekarang.
Dia mengungkapkan bahwa ada masanya dia gagal dan mendapatkan cacian dari sekitar. "Kegagalan pasti ada, seperti omongan dari luar yang kurang enak. Tapi, kegagalan itu bagian dari proses, jadi peluang itu akan terus ada asal tidak menyerah," ujar Bagus.
Nah, jika omongan dari orang lain itu bersifat membangun tentu diterima sebagai bahan masukan. Namun, jika omongan itu kurang enak anggap saja angin lalu.
“Kita itu punya keunikan tersendiri dari diri kita, dan kita itu pemeran utama, jadi kita yang bisa atur semuanya," tuturnya dengan tenang.
Bagus memberikan semangat baru bagi Blitar. Prestasi yang dia miliki menjadi motivasi anak muda untuk terus berkarya. Dia membuktikan bahwa paras bukan kunci utama keberhasilan, melainkan keterampilan dan keberanian yang bisa diandalkan. (*/c1/sub) (*)
Baca Juga: Dari Hajatan ke Panggung Televisi: Brenda Vanessa, Pelajar Blitar yang Bersinar Lewat Suara
Editor : M. Subchan Abdullah