BLITAR – Sebuah destinasi wisata alam yang menyimpan jejak sejarah era Kerajaan Majapahit sekaligus mitos-mitos tentang keberadaan gerbang gaib menuju Pantai Selatan, wisata ini adalah Rambut Monte.
Dikelilingi pepohonan rimbun dan suasana hening, telaga ini memberikan nuansa romantis sekaligus mistis.
Namun, ada satu hal yang menjadi aturan tak tertulis di sini seperti pengunjung dilarang mandi atau bermain air di telaga. Larangan ini dibuat bukan tanpa alasan.
Di balik keindahan alamnya, Rambut Monte dipandang sebagai tempat sakral yang menyimpan nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang tinggi.
Cerita mengenai larangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin tahu lebih dalam tentang kisah di balik telaga yang berusia ratusan tahun ini.
Menurut juru pelihara Rambut Monte, salah satu alasan utama larangan mandi di telaga adalah karena airnya digunakan oleh umat Hindu untuk ritual penyucian.
“Kita harus menghormati telaga ini, karena airnya adalah air suci yang digunakan untuk upacara keagamaan,” ungkap sang juru kunci.
Sebelum melakukan ritual atau upacara adat, umat Hindu mengambil air dari telaga ini untuk membersihkan diri secara spiritual.
Nilai toleransi antaragama menjadi pesan penting yang diwariskan masyarakat setempat. Larangan ini mengajarkan pengunjung untuk menghargai kesakralan tempat yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan kearifan lokal.
Selain alasan keagamaan, larangan mandi di Rambut Monte juga dikaitkan dengan cerita mistis. Ada kisah tentang orang yang nekat mandi di telaga, kemudian mengalami musibah atau sakit aneh.
Beberapa warga bercerita bahwa saudaranya pernah jatuh sakit setelah melanggar larangan ini, dan hanya sembuh setelah melakukan ritual permintaan maaf dengan larung sesaji di telaga.
Cerita ini menambah aura mistis yang melekat pada Rambut Monte. Banyak orang percaya bahwa telaga dijaga oleh makhluk gaib atau roh leluhur yang harus dihormati.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, penting untuk memahami dan menghormati aturan setempat.
Nikmati keindahan alam Rambut Monte dengan berjalan di tepi telaga atau mengabadikan momen lewat foto, namun hindari aktivitas yang dapat merusak kesakralan tempat ini.
Keindahan dan misteri Rambut Monte justru terasa lebih dalam saat kita mampu menghargai nilai-nilai yang dijaga masyarakat sekitar. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah