Blitar – Banyak warga Blitar yang antusias merayakan Hari Jadi Blitar setiap tanggal 5 Agustus, lengkap dengan kirab budaya, upacara adat, hingga ziarah ke makam tokoh-tokoh penting. Tapi tahukah Anda bahwa penetapan tanggal ini bukan sembarangan? Ada akar sejarah panjang yang menghubungkannya langsung dengan kejayaan Majapahit dan proses awal pembentukan wilayah Blitar.
Dalam berbagai sumber sejarah, termasuk Top Histori, disebutkan bahwa penetapan 5 Agustus sebagai Hari Jadi Blitar merujuk pada satu titik krusial dalam Sejarah Blitar: dikeluarkannya Prasasti Kamulan oleh Kerajaan Majapahit pada 5 Agustus 1324 Masehi atau 1 Sura 1246 Saka. Prasasti ini dianggap sebagai bukti administratif dan legal pertama yang menyebut eksistensi Blitar sebagai satuan wilayah resmi.
Inilah yang menjadi landasan kuat dalam penetapan hari lahir Blitar. Dengan kata lain, saat warga Blitar berpawai dan merayakan Hari Jadi, sejatinya mereka sedang mengenang tonggak administratif Majapahit yang mengangkat nama Blitar ke dalam sejarah Nusantara.
Baca Juga: Pemkot Blitar Seleksi Ketat Tenaga Pendamping RT Keren 2025
Prasasti Kamulan: Titik Awal Legalitas Wilayah Blitar
Prasasti Kamulan ditemukan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek—wilayah yang dulunya berada dalam pengaruh Blitar Kuno. Dalam prasasti tersebut tertulis bahwa Raja Jayanegara, putra Raden Wijaya, memberikan status Sima (tanah perdikan atau wilayah istimewa bebas pajak) kepada daerah Kamulan.
Yang menarik, dalam isi prasasti terdapat penyebutan kawasan di sekitar Kamulan yang kini masuk dalam wilayah Blitar. Dalam konteks itu, wilayah ini tidak hanya dianggap penting secara ekonomi—karena subur dan strategis—tapi juga secara militer karena menjadi buffer zone pertahanan Majapahit bagian selatan.
Maka, berdasarkan keputusan para sejarawan dan tokoh budaya Blitar, 5 Agustus 1324 dianggap sebagai titik awal tertulis yang menunjukkan pengakuan kerajaan terhadap eksistensi Blitar sebagai wilayah administratif. Ini menjadi salah satu penemuan monumental dalam Sejarah Blitar.
Baca Juga: Cuma Bermodalkan HP, Cek PIP Tahap 2 Bisa dari Rumah: Ini Caranya!
Kenapa Bukan Tanggal Lain?
Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan masyarakat. Mengapa bukan tanggal lain yang dijadikan Hari Jadi Blitar? Jawabannya adalah karena 5 Agustus memiliki legitimasi paling kuat secara dokumen dan sejarah.
Berbeda dengan kota atau kabupaten lain yang kadang merujuk pada momen kemerdekaan atau hari peresmian modern, Blitar justru mengambil fondasi dari data sejarah klasik. Ini sekaligus menunjukkan betapa kuatnya akar sejarah kota ini, karena punya bukti otentik tertulis yang mengikat langsung ke era kerajaan terbesar Nusantara.
Penetapan itu pun akhirnya disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 1984 dan diperbarui dengan Perda No. 1 Tahun 2003. Di situ tertulis secara resmi bahwa Hari Jadi Kabupaten Blitar adalah 5 Agustus 1324 M, sebagai pengakuan atas sejarah panjang dan keterlibatan Blitar dalam struktur Majapahit.
Baca Juga: Punya Surat Aktivasi Rekening Simpel? Bersiaplah, Dana PIP Tahap 2 Segera Masuk
Dari Tanah Perdikan ke Wilayah Strategis
Dalam dokumen dan catatan sejarah, tanah yang diberi status Sima umumnya diberikan karena jasa besar atau karena nilai strategis wilayah tersebut bagi kerajaan. Dan itulah yang terjadi pada wilayah Blitar kuno.
Wilayah ini tidak hanya dikenal subur, tetapi juga menjadi jalur penting yang menghubungkan pusat Majapahit dengan pesisir selatan. Bahkan, setelah era Majapahit berakhir, wilayah Blitar tetap menjadi tempat penting—baik sebagai pusat pengembangan agama, pertanian, maupun pertahanan.
Tak heran jika kemudian, banyak tokoh besar dari era kerajaan hingga era kemerdekaan memilih Blitar sebagai tempat tinggal, tempat belajar, bahkan tempat peristirahatan terakhir—termasuk Bung Karno.
Baca Juga: Realisasi PAD Kabupaten Blitar Masih Tercapai 46 Persen, Ini Kata Bupati Rijanto
Hari Jadi yang Bernilai Budaya dan Historis
Setiap tahun, Pemkab Blitar bersama masyarakat menggelar serangkaian acara budaya seperti kirab pusaka, upacara adat, pagelaran seni, hingga festival rakyat untuk memperingati Hari Jadi ini. Tapi yang sering dilupakan, di balik semua perayaan itu tersimpan semangat sejarah dan penghormatan terhadap akar budaya.
Hari Jadi Blitar bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk merefleksi perjalanan sejarah panjang yang dimulai dari pengakuan resmi Majapahit terhadap tanah Blitar. Di sinilah kita melihat bahwa Sejarah Blitar tak lepas dari pengaruh besar kerajaan terbesar Nusantara.
Blitar dan Warisan Majapahit
Melalui peringatan 5 Agustus, kita diingatkan bahwa Blitar adalah warisan langsung dari masa kejayaan Majapahit. Dan warisan itu tak hanya berbentuk fisik seperti candi atau prasasti, tapi juga nilai-nilai kepemimpinan, kesetiaan pada tanah air, dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Liburan Usai, Uang Sekolah Membengkak: PIP Tahap 2 Hadir Bantu Biaya Awal Tahun Ajaran
Semangat ini yang kini diusung oleh generasi muda Blitar: menggali sejarah, mencintai budaya lokal, dan menjaga warisan Majapahit dalam kehidupan modern. Tak heran jika kini banyak komunitas sejarah dan budaya bermunculan di Blitar, menghidupkan kembali naskah-naskah kuno dan cerita lisan yang nyaris punah.
Penutup: Hari Jadi yang Mengakar
Jadi, saat tanggal 5 Agustus kembali datang, jangan anggap itu sekadar hari ulang tahun daerah. Itu adalah hari ketika Blitar pertama kali dituliskan dalam lembar sejarah besar bangsa ini. Itu adalah momen ketika Majapahit menyatakan: wilayah ini penting. Dan itulah warisan sejarah yang patut dibanggakan oleh setiap warga Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.